Khofifah dan Menteri PPPA Ajak Santri Jaga NKRI di Hari Santri 2025

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memeluk salah satu santri saat peringatan Hari Santri 2025 di Pondok Pesantren Mojosari, Nganjuk, Kamis (23/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memeluk salah satu santri saat peringatan Hari Santri 2025 di Pondok Pesantren Mojosari, Nganjuk, Kamis (23/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

NGANJUK, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi menghadiri peringatan Hari Santri 2025 di Pondok Pesantren (Ponpes) Mojosari, Kabupaten Nganjuk, Kamis (23/10/2025). Acara berlangsung khidmat dan diwarnai suasana kebersamaan khas pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah bersama Menteri PPPA tampak duduk lesehan dan makan bersama para santri di atas satu nampan besar berisi nasi, ikan, telur dadar, dan sambal terong. Momen sederhana itu menggambarkan kedekatan pemimpin dengan santri serta mencerminkan nilai-nilai kesederhanaan dan kebersamaan di lingkungan pesantren.

“Tradisi seperti ini adalah wujud dari nilai-nilai pesantren yang sarat dengan kesederhanaan, keikhlasan, dan semangat kebersamaan,” ujar Gubernur Khofifah.

Dalam sambutannya, Khofifah mengajak ribuan santri dan santriwati Ponpes Mojosari untuk memperkuat rasa percaya diri dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, sejarah panjang perjuangan bangsa tidak lepas dari peran besar para santri, ulama, dan pesantren.

“Para santri harus percaya diri karena pesantren dan ulama telah lama menjadi pagar utama penjaga NKRI,” tegas Khofifah.

Ia menjelaskan, Pondok Pesantren Mojosari yang berdiri lebih dari tiga abad lalu merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua yang menjadi fondasi penyelenggaraan pendidikan nasional. Pesantren, lanjutnya, telah melahirkan ekosistem pendidikan yang menanamkan nilai kesantunan, adab, dan akhlakul karimah, yang menjadi modal penting perjuangan bangsa.

“Sejak masa penjajahan, pesantren telah menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh dan berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Khofifah juga mengingatkan tentang peristiwa 22 Oktober 1945 ketika pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari, menyerukan Resolusi Jihad untuk melawan pasukan sekutu di Surabaya. Seruan tersebut kemudian melahirkan momentum bersejarah yang kini diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

“Presiden Joko Widodo menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015, untuk mengenang perjuangan santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Khofifah mengajak para santri untuk terus berperan aktif dalam membangun bangsa dan menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. “Santri memiliki kekuatan luar biasa dalam menjaga kemerdekaan dan peradaban bangsa. Selamat Hari Santri 2025, mari kita kawal Indonesia menuju peradaban dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi turut memberikan pesan kepada para santri agar memiliki mental kuat dan karakter religius sebagai dasar meraih kesuksesan. Ia menegaskan, pendidikan yang membangun daerah harus berawal dari pembentukan karakter dan nilai keagamaan.

“Kesuksesan dimulai dari keyakinan dan mental. Mari para santri turun ke masyarakat untuk menyebarkan nilai-nilai keagamaan dan memberikan pencerahan,” ujarnya.

Selain Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA, peringatan Hari Santri di Ponpes Mojosari juga dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta ratusan santri putra dan putri dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah
Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa
Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 21:38 WIB

Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah

Senin, 4 Mei 2026 - 21:26 WIB

Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa

Senin, 4 Mei 2026 - 12:28 WIB

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:30 WIB

May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja

Berita Terbaru