Khofifah di Haul Gus Dur ke-15, Mengenang Pejuang Kemanusiaan dan Simbol Pluralisme Indonesia

- Redaksi

Minggu, 22 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)  ke-15.di halaman Masjid Jami Al Munawwarah, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/12/2024) (hms)

Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-15.di halaman Masjid Jami Al Munawwarah, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/12/2024) (hms)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ke-15. Acara ini berlangsung di halaman Masjid Jami Al Munawwarah, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/12/2024).

Haul tahun ini mengusung tema “Menajamkan Nurani Membela yang Lemah” dan dihadiri oleh keluarga, sahabat, serta kolega almarhum Gus Dur. Dalam suasana hangat dan penuh kenangan, para hadirin berbagi cerita tentang tokoh besar yang dikenang sebagai simbol pluralisme dan kemanusiaan di Indonesia.

Yenny Wahid, putri Gus Dur, memberikan sambutan mewakili keluarga. Ia berbagi pandangan dan kenangan tentang ayahnya, yang dikenal sebagai sosok penuh kasih dan keberanian dalam memperjuangkan keadilan.

Selain Yenny, acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh, seperti Menteri Agama Prof. Dr. Nazaruddin Umar, KH Pandji Taufik, Romo Magnis Suseno, dan Sofyan Wanandi. Mereka masing-masing memberikan testimoni tentang pengalaman bersama Gus Dur dalam berbagai momen penting sepanjang hidup beliau.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah Indar Parawansa mengenang Gus Dur sebagai tokoh besar yang memberikan pengaruh mendalam dalam kehidupannya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah berada di lingkaran dekat Gus Dur, terutama saat menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan di era kepemimpinan Gus Dur sebagai Presiden RI ke-4.

“Saya sering menemani beliau jalan pagi sambil mendengarkan syair i’tirof, salah satu kebiasaan yang beliau sukai. Gus Dur adalah pribadi sederhana yang penuh wibawa, dengan visi besar untuk bangsa ini,” ujar Khofifah.

Khofifah juga menegaskan warisan semangat toleransi dan keberagaman yang ditinggalkan oleh Gus Dur. Ia menyebut almarhum sebagai pemimpin yang memiliki ketajaman nurani dalam membela kaum lemah dan berani mengambil langkah-langkah bersejarah.

“Gus Dur adalah presiden pertama yang secara terbuka mengakui keberadaan kelompok minoritas Tionghoa di Indonesia. Beliau menghapus diskriminasi dengan menganulir Inpres No. 14/1967, yang melarang perayaan Imlek dan budaya Tionghoa, dan menggantinya dengan Inpres No. 6/2000. Langkah ini menjadikan Gus Dur dihormati sebagai Bapak Tionghoa Indonesia dan simbol pluralisme,” jelasnya.

Khofifah mengingatkan bahwa Gus Dur tidak hanya dikenal sebagai tokoh pluralisme, tetapi juga sebagai seorang humanis. Bahkan, di pusaranya tertulis pesan “The Humanist” sebagai identitas utama almarhum.

“Gus Dur mengajarkan kita untuk berpihak pada kebenaran dan keadilan, meski penuh tantangan. Warisan nilai-nilai beliau adalah bekal penting untuk masa depan bangsa,” kata Khofifah.

Ia juga mengutip salah satu pesan Gus Dur yang terus ia pegang hingga kini: “Siapa pun yang hidup harus siap berjuang. Tiap perjuangan butuh pengorbanan, dan setiap pengorbanan besar pahalanya.”

Haul Gus Dur ke-15 ini menjadi momentum penting untuk menggali kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh almarhum. Khofifah mengajak masyarakat untuk melanjutkan semangat Gus Dur dalam membangun bangsa yang adil, toleran, dan penuh kasih.

“Gus Dur adalah teladan bagi kita semua dalam memperjuangkan keadilan, kemanusiaan, dan keberagaman. Mari kita jadikan nilai-nilai ini sebagai landasan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” tutup Khofifah.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark
Khofifah di Haul Gus Dur ke-15, Mengenang Pejuang Kemanusiaan dan Simbol Pluralisme Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru