LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Penggunaan mesin pertanian dapat memangkas waktu panen padi satu hektare dari sekitar tiga hari menjadi hanya satu hingga dua jam. Manfaat mekanisasi tersebut menjadi salah satu fokus penyaluran 15 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada kelompok tani di Kabupaten Lamongan, Jumat (16/10/2026).
Khofifah menjelaskan, penggunaan combine harvester atau mesin pemanen padi tidak hanya mempercepat pekerjaan petani, tetapi juga membantu menekan kehilangan hasil panen. Jika panen manual berpotensi menimbulkan kehilangan hasil sekitar 9–11 persen, penggunaan mesin tersebut dapat menurunkannya menjadi sekitar 1–2 persen.
Pengurangan kehilangan hasil diharapkan membuat lebih banyak produksi padi dapat dimanfaatkan. Waktu kerja yang lebih singkat juga membuka peluang efisiensi biaya operasional sehingga kegiatan usaha tani menjadi lebih efektif.
“Alsintan meningkatkan produktivitas seluruh petani padi di Lamongan dan di Jawa Timur serta Indonesia pada umumnya,” tegas Khofifah.
Bantuan yang diserahkan kepada kelompok tani di Lamongan terdiri atas enam unit hand tractor singkal, satu unit hand tractor rotary, empat unit combine harvester, dua unit cultivator, satu unit rice transplanter, dan satu unit motor roda tiga.
Penyaluran bantuan tersebut bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan momentum Hari Pangan Sedunia 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap dukungan alat pertanian dapat memperluas pemanfaatan teknologi di tingkat petani sekaligus memperkuat produksi pangan daerah.
Secara keseluruhan, Pemprov Jatim mengalokasikan 341 unit alsintan pada 2026. Bantuan itu disalurkan berdasarkan permohonan yang diajukan serta kemampuan fiskal pemerintah provinsi.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyambut dukungan tersebut. Menurutnya, bantuan mekanisasi turut mendukung upaya Lamongan mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur dan Indonesia.
“Mekanisasi dan modernisasi dengan berbagai alat pertanian membantu kelompok petani serta masyarakat Lamongan,” ungkap Yuhronur.
Selain penggunaan mesin pertanian, Khofifah menekankan pentingnya ketersediaan sarana produksi, termasuk pupuk, untuk menjaga keberlanjutan produksi. Akses pupuk yang memadai, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi agar produktivitas petani dapat terus ditingkatkan.
Dukungan terhadap mekanisasi dan sarana produksi tersebut diharapkan membantu petani meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus menjaga ketersediaan pangan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar