Khofifah–Dubes RI Bahas Perdagangan Jatim–Malaysia, Surplus USD 967 Juta Jadi Modal Ekspansi Global

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bertemu Dubes RI untuk Malaysia di Kuala Lumpur, Rabu (29/4). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bertemu Dubes RI untuk Malaysia di Kuala Lumpur, Rabu (29/4). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KUALA LUMPUR, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan kunjungan kerja misi dagang dan investasi di Malaysia untuk memperkuat posisi Jawa Timur di pasar internasional. Dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Malaysia, YM Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo, isu utama yang dibahas adalah penguatan perdagangan, pendidikan, hingga perlindungan pekerja migran.

Pertemuan yang digelar di Hotel Pavilion Kuala Lumpur, Rabu (29/4), menjadi langkah strategis di tengah upaya pemerintah daerah memperluas pasar ekspor sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. Bagi publik, langkah ini penting karena berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan sektor industri di Jawa Timur.

Khofifah menegaskan, Jawa Timur tidak sekadar berpartisipasi dalam perdagangan global, tetapi menargetkan diri sebagai “powerhouse” perdagangan nasional. Strategi ini dijalankan melalui penguatan jaringan perdagangan antar daerah hingga ekspansi ke pasar luar negeri.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami konsisten melakukan misi dagang ke berbagai provinsi dan negara sahabat sebagai upaya memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Langkah ini bukan tanpa hasil. Data terbaru menunjukkan nilai ekspor Jawa Timur ke Malaysia pada 2025 mencapai USD 1,539 miliar, sementara impor dari Malaysia sebesar USD 572,37 juta. Neraca tersebut menghasilkan surplus signifikan sebesar USD 967,06 juta.

Surplus ini menjadi indikator kuat daya saing produk Jawa Timur di pasar internasional. Bagi masyarakat, capaian tersebut berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah, peningkatan produksi industri, dan potensi terbukanya peluang kerja baru.

Komoditas ekspor unggulan Jawa Timur yang mendominasi pasar Malaysia meliputi tembaga, lemak dan minyak hewani, produk kimia, kakao, hingga kayu dan turunannya. Sektor-sektor ini menjadi tulang punggung ekspor nonmigas yang terus tumbuh.

Di sisi lain, impor dari Malaysia mencakup bahan baku penting seperti plastik, bahan kimia organik, mesin, hingga makanan olahan. Pola ini menunjukkan hubungan dagang yang saling melengkapi antar kedua wilayah.

Khofifah juga menyoroti pentingnya forum business matching dalam mendorong transaksi konkret. Dalam misi dagang kali ini, tercatat sepuluh sesi business matching digelar untuk mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara.

“Hubungan perdagangan Jatim dan Malaysia memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, terutama di sektor industri pengolahan, pangan, dan produk unggulan lainnya,” katanya.

Tak berhenti di Malaysia, Pemprov Jatim juga mulai membidik pasar non-tradisional seperti Maladewa yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor. Strategi ini dinilai penting untuk memperluas pasar dan mengurangi ketergantungan pada negara tertentu.

Selain perdagangan, isu ketahanan pangan juga menjadi perhatian. Khofifah menegaskan Jawa Timur telah menunjukkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan strategis seperti beras, jagung, gula, serta protein hewani.

“Ini menjadi modal penting untuk mendukung ekspansi pasar, baik nasional maupun internasional,” tegasnya.

Upaya penguatan sektor peternakan pun terus dilakukan, termasuk melalui pengembangan teknologi seperti Grand Parent Stock (GPS) untuk meningkatkan kualitas produksi dan mengurangi ketergantungan impor.

Bagi masyarakat, kebijakan ini berdampak langsung pada stabilitas harga pangan, ketersediaan bahan pokok, serta peningkatan kesejahteraan petani dan peternak lokal.

Di sektor lain, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi juga diperkuat. Sinergi riset dan inovasi diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang siap bersaing di pasar global.

“Dengan dukungan riset dan inovasi, kami optimistis daya saing produk Jatim akan semakin meningkat,” ujar Khofifah.

Tak hanya ekonomi, pertemuan ini juga menyoroti kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Program pertukaran pelajar dan kolaborasi antar kampus dinilai krusial untuk mencetak SDM unggul di tengah persaingan global.

Isu perlindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia juga menjadi perhatian serius. Penguatan koordinasi dan komunikasi antar negara diperlukan untuk memastikan perlindungan hukum dan kesejahteraan pekerja.

Langkah ini penting karena menyangkut keselamatan dan hak-hak ribuan pekerja migran asal Jawa Timur yang bekerja di Malaysia.

Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo, mengapresiasi peran strategis Jawa Timur dalam perekonomian nasional. Ia menilai Jatim memiliki potensi besar sebagai pusat industri dan perdagangan.

“Kami melihat Jawa Timur sebagai mitra strategis dengan potensi besar. Kolaborasi yang intensif akan membuka peluang ekonomi nyata bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai sektor memiliki peluang kerja sama, mulai dari industri pengolahan hingga produk makanan dan komoditas unggulan lainnya. Ia juga menyoroti terbukanya peluang pasar global, terutama di negara dengan ketergantungan impor tinggi.

Pertemuan ini menjadi bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang semakin relevan di tengah dinamika global. Bagi masyarakat, hasil konkret dari kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Khofifah menegaskan, Jawa Timur akan terus memperkuat jejaring perdagangan internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jawa Timur akan terus menjadi penjalin sinergi perdagangan, baik di tingkat nasional maupun global, demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Lainnya:

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru