SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Konsistensi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam mendukung program Sekolah Rakyat (SR) kembali terlihat dalam rangkaian kegiatan Sapa Bantuan Sosial (Bansos) Amaliyah Ramadan 1447 H di berbagai daerah. Hingga titik ke-17 pelaksanaan, sedikitnya sembilan Sekolah Rakyat telah dilibatkan dalam agenda yang menyasar masyarakat luas tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran bantuan sosial, tetapi juga momentum penguatan semangat belajar dan karakter bagi para siswa dari latar belakang kurang mampu di Jawa Timur.
Dalam setiap kunjungannya, Khofifah secara konsisten melibatkan siswa Sekolah Rakyat, mulai dari tingkat menengah pertama hingga menengah atas. Tercatat, sembilan sekolah yang telah berpartisipasi di antaranya berasal dari Bangkalan, Kediri, Lamongan, Pamekasan, Mojokerto, Banyuwangi, Tuban, Jombang, hingga Gresik.
Kehadiran para siswa tidak sekadar meramaikan acara. Mereka juga turut menampilkan kreativitas, seperti pertunjukan hadrah yang secara khusus diminta oleh gubernur untuk memeriahkan suasana Ramadan. Interaksi langsung antara siswa dan kepala daerah pun menjadi momen yang jarang mereka rasakan sebelumnya.
Selain itu, bantuan berupa perlengkapan ibadah dan tas sekolah turut disalurkan kepada para siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan belajar sekaligus memperkuat nilai spiritual selama Ramadan.
Dalam salah satu agenda di Mojokerto pada Februari lalu, Khofifah bahkan mengundang para siswa untuk berbuka puasa bersama di pendopo kabupaten. Momen tersebut menjadi pengalaman berkesan yang mempererat hubungan antara pemimpin daerah dan generasi muda.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya membangun pendidikan yang inklusif dan berkarakter.
“Kami ingin anak-anak Sekolah Rakyat merasakan perhatian dan dukungan penuh agar semakin semangat belajar serta optimistis meraih cita-cita,” ujarnya saat kegiatan di Bangkalan, Rabu (18/3/2026).
Sementara itu, salah satu siswa SRT 51 Bangkalan, Raffa Inayah, mengaku bangga dapat bertemu langsung dengan gubernur.
“Saya senang sekali dan bangga bisa bertemu Ibu Gubernur, apalagi dipeluk langsung. Ini pertama kali saya bertemu beliau,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat telah membawa perubahan besar dalam hidupnya.
“Di sini kami tidak hanya belajar pelajaran umum, tapi juga disiplin, sikap, dan punya mimpi. Guru-gurunya sangat peduli,” tambahnya.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tidak hanya fokus pada aspek akademik, program ini juga menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kepercayaan diri siswa.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan sosial seperti Sapa Bansos dinilai mampu memperluas pengalaman sosial mereka sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. Interaksi langsung dengan pemimpin daerah menjadi motivasi tambahan bagi siswa untuk terus berkembang.
Bagi pemerintah daerah, pendekatan ini juga memperkuat legitimasi kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Bagi para siswa, momen bertemu langsung dengan gubernur bukan sekadar pengalaman seremonial. Lebih dari itu, kehadiran negara melalui program pendidikan dan bantuan sosial menjadi bukti nyata bahwa mereka tidak sendiri dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar