SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan kebijakan transportasi publik gratis melalui layanan Trans Jatim selama dua hari, yakni 21–22 Maret 2026. Program ini berlaku di seluruh koridor Gerbangkertasusila dan Malang Raya, kecuali layanan Trans Jatim Luxury.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mempermudah mobilitas masyarakat saat momentum Idul Fitri 1447 Hijriah, ketika aktivitas silaturahmi meningkat signifikan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, pembebasan tarif Trans Jatim berlaku pada hari H dan H+1 Lebaran. Kebijakan ini dirancang sebagai stimulus agar masyarakat dapat bepergian dengan lebih mudah, aman, dan hemat.
Selain itu, Pemprov Jatim juga melakukan penyesuaian jam operasional pada hari pertama Lebaran. Layanan Trans Jatim akan mulai beroperasi pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB, menyesuaikan waktu pelaksanaan Salat Idul Fitri.
Sementara pada hari kedua Lebaran atau H+1, operasional kembali normal seperti hari biasa, yakni mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB. Penyesuaian ini diharapkan tetap menjaga kelancaran layanan tanpa mengganggu aktivitas utama masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan kebahagiaan Lebaran yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya melalui layanan transportasi publik gratis,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, kebijakan ini juga bertujuan mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik selama periode Lebaran.
“Dengan adanya layanan Trans Jatim gratis ini, kami berharap perjalanan masyarakat menjadi lebih aman, tertib, dan nyaman,” tegasnya.
Program ini dinilai strategis dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dan potensi kecelakaan selama arus Lebaran. Dengan meningkatnya penggunaan transportasi publik, tekanan di jalan raya dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, kebijakan ini juga memperkuat komitmen pemerintah dalam membangun sistem transportasi yang inklusif dan berkelanjutan. Akses transportasi yang terjangkau menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat secara merata.
Khofifah mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas ini bersama keluarga dan kerabat selama Lebaran. “Naik Trans Jatim saat Lebaran adalah langkah kecil menuju perubahan besar menuju Jawa Timur yang tangguh dan berkelanjutan,” pungkasnya.


















Komentar