DENPASAR, RadarBangsa.co.id – Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melantik Pengurus Wilayah (PW) IKA Unair Bali Masa Bakti 2025–2030 di Fourteen Roses Boutique Hotel, Legian, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Dalam kesempatan itu, Khofifah mendorong organisasi alumni mengambil peran lebih besar sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor guna memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Menurut Khofifah, organisasi alumni tidak cukup hanya menjadi ruang silaturahmi. Jejaring alumni dinilai memiliki posisi strategis untuk menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi pembangunan yang berdampak langsung bagi publik.
“Alumni memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penghubung berbagai kekuatan. Kampus memiliki pakar ilmu pengetahuan, pemerintah memiliki kebijakan, dunia usaha memiliki pasar dan investasi. Jika semua itu dipertemukan melalui jejaring alumni, maka akan lahir berbagai inovasi yang memberikan manfaat lebih nyata bagi masyarakat,” kata Khofifah.
Dalam arahannya, Khofifah menyoroti peluang penguatan sektor peternakan melalui program substitusi impor daging premium wagyu. Ia menilai Bali memiliki pasar yang besar untuk komoditas tersebut, namun hingga kini kebutuhan masih banyak dipenuhi dari luar negeri.
“Salah satu yang bisa kita usahakan adalah substitusi impor. Saya sampaikan bahwa saya rasa sangat banyak kebutuhan daging Wagyu di Bali. Selama ini 100 persen impor, padahal kita itu punya potensi,” ujarnya.
Khofifah menjelaskan, peluang tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, yang telah memiliki sekitar 6.000 straw semen beku sapi unggul. Dukungan tenaga inseminator dan pengawas kebuntingan juga dinilai menjadi modal penting dalam mempercepat pengembangan peternakan sapi berkualitas tinggi.
“Kemudian di sini ada tim inseminator untuk melakukan inseminasi buatan, ada juga tim pengawas kebuntingan. Saya rasa itu akan sangat efektif untuk bisa dibudidayakan di Bali, karena kebutuhan pasarnya tinggi sekali, dan mahal,” jelasnya.
Harga daging wagyu yang masih berada di atas Rp1 juta per kilogram, lanjut Khofifah, menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan apabila produksi dalam negeri meningkat. Karena itu, pengembangan peternakan modern dinilai tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kita tidak hanya berbicara tentang IKA Unair saja, tapi kita juga berharap bagaimana kemudian ini menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat, penguatan di sektor peternakan,” tegasnya.
Khofifah juga mengungkapkan pemerintah terus mendorong pengembangan sapi Belgian Blue yang dikenal memiliki produktivitas daging tinggi melalui program persilangan. Jika berbagai program tersebut berjalan optimal, Indonesia dinilai memiliki peluang mengurangi ketergantungan terhadap impor daging premium.
“Jadi, daging sapi dari Bali untuk provinsi-provinsi yang lain. Sama halnya juga daging sapi Jawa Timur untuk provinsi yang lain, sehingga kita bisa stop import daging. Kita sudah swasembada beras, mudah-mudahan tahun ini kita bisa swasembada gula konsumsi. Lalu, selanjutnya kita bisa swasembada daging karena betapa sebetulnya substitusi impor itu bisa kita lakukan,” tuturnya.
Khofifah berharap kepengurusan baru IKA Unair Bali mampu menjadi pusat lahirnya kolaborasi strategis yang berdampak pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai kekuatan jejaring alumni dapat menjadi modal penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Ketua IKA Unair Bali, I Nyoman Dhukajaya, mengatakan nama Airlangga memiliki makna historis yang kuat sebagai simbol hubungan Bali dan Jawa. Menurutnya, sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa alumni Unair memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga semangat persaudaraan dan kolaborasi lintas daerah.
“Sejujurnya kita tidak hanya sedang menyebut nama seorang raja besar, kita sedang menyebut sebuah jembatan peradaban yang menghubungkan Bali dan Jawa. Maka sesungguhnya setiap alumni Unair memiliki tanggung jawab moral untuk merawat semangat persaudaraan lintas daerah, lintas profesi, dan lintas generasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Bali dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi budaya, toleransi, kreativitas, dan gotong royong. Dalam menghadapi perubahan global dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, jejaring alumni dinilai menjadi kekuatan penting untuk mendorong kemajuan bersama.
“Saya percaya jaringan alumni kita merupakan salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki sebuah universitas. Ketika para alumni saling mendukung, saling membuka peluang, saling berbagi pengetahuan, dan saling menginspirasi, maka lahirlah ekosistem yang menghasilkan kemajuan bersama,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar