Khofifah Optimistis Ekspor Jatim Melonjak Setelah LoI Malaysia

Jumat, 28 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan LoI antara pelaku IKM Jatim dan Atase Perdagangan Malaysia pada Festival Ekspor Jatim 2025 di Surabaya. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Penandatanganan LoI antara pelaku IKM Jatim dan Atase Perdagangan Malaysia pada Festival Ekspor Jatim 2025 di Surabaya. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pintu ekspor Jawa Timur kembali terbuka lebar setelah empat pelaku IKM daerah ini menandatangani LoI dengan Atase Perdagangan Malaysia pada Festival Ekspor Jatim 2025. Penandatanganan yang berlangsung di Terminal Petikemas Surabaya, Rabu (26/11), mencatatkan nilai komitmen dagang fantastis mencapai Rp 3,95 triliun.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa LoI tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi IKM Jatim di pasar internasional. Ia menyebut kerja sama ini sebagai bukti meningkatnya daya saing IKM lokal, sekaligus mendorong peningkatan neraca perdagangan provinsi.

“LoI ini bukan sekadar dokumen. Ini adalah pintu kepercayaan yang sangat menentukan arah masa depan ekspor IKM Jatim. Kami yakin peluang transaksi akan berkembang lebih luas setelah ini,” ucapnya.

LoI tersebut mencakup empat komoditas utama. Sang Bamboo menyumbang porsi terbesar dengan kesepakatan USD 239,5 juta bersama Cemara Ayu SDN BHD. Produk lainnya meliputi keranjang handuk dari Dona Doni Rattan Gallery, gula aren dari CV Temon Agro, dan minuman herbal dari PT Grow Artha Rimpang.

Khofifah menegaskan bahwa capaian ekspor Jatim selama ini menunjukkan tren penguatan. Pada periode Januari–September 2025, Jatim menyumbang lebih dari 10 persen terhadap total ekspor nasional. “Ini menunjukkan daya saing dan kapasitas industri Jatim semakin solid,” katanya.

Pemprov Jatim juga rutin melakukan misi dagang luar negeri untuk membuka jaringan baru. Hingga 2025, enam misi dagang telah terselenggara di berbagai negara dengan komitmen transaksi nyaris Rp 6 triliun. “Kami ingin memastikan pelaku IKM berada di jalur yang benar untuk menuju pasar global,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan bahwa pada Desember mendatang, Pemprov kembali menyiapkan misi dagang ke Batam untuk memperkuat jejaring industri regional. “Kami ingin IKM Jatim makin percaya diri tampil di pasar internasional,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal
BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya
Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:00

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal

Kamis, 5 November 2026 - 20:53

BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Berita Terbaru