SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan peran strategis ulama, pondok pesantren, dan umara sebagai pilar utama kekuatan Jawa Timur. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro ke-10 Yayasan Mabin An-Nahdliyah Langitan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Selasa (30/12).
Menurut Khofifah, keberadaan ulama dan lembaga pendidikan keagamaan bukan hanya menjaga dimensi spiritual masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi sosial dan kebangsaan Jawa Timur. Ia menilai harmoni antara ulama dan umara menjadi kunci stabilitas daerah di tengah tantangan zaman.
“Panjenengan semua, para ustadz, ustadzah, dan guru TPQ An-Nahdliyah Langitan, insya Allah menjadi pilar kekuatan dunia dan akhirat. Kita patut bersyukur karena Jawa Timur dikuatkan oleh pesantren dan para ulama,” ujar Khofifah di hadapan ribuan jamaah.
Ia menambahkan, Al-Qur’an menjadi salah satu sumber kekuatan utama yang menjaga Jawa Timur tetap kokoh. “Jawa Timur alhamdulillah selalu dijaga dan dikuatkan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui Al-Qur’an. Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. Insya Allah, panjenengan semua telah menapaki jalan itu,” katanya.
Khofifah juga menyinggung peran historis Pondok Pesantren Langitan sebagai salah satu episentrum keilmuan Islam di Jawa Timur. Ia mengingatkan kedekatan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dengan pengasuh generasi keenam Pesantren Langitan, KH Abdullah Faqih, yang dikenal luas sebagai Kiai Khos NU.
“Gus Dur kerap menyebut Kiai Khos, dan episentrumnya ada di Langitan. Banyak dari kita merindukan sosok Gus Dur karena beliau sering menjadi rujukan dalam persoalan kebangsaan, kenegaraan, maupun keumatan,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah turut membagikan kisah yang disampaikan Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir, Syaikh Muhammad Abdusshomad Mehanna, tentang Jawa Timur sebagai wilayah yang digambarkan penuh cahaya dan keberkahan. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi penguat bahwa peran ulama di Jawa Timur memiliki resonansi hingga tingkat global.
“Mari kita terus mendoakan para ulama sebagai pilar penguat Islam dan penata kehidupan masyarakat. Kami juga mohon doa agar proses pembangunan di Jawa Timur selalu diberkahi rahmat dan ridha Allah SWT, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” ucap Khofifah menutup sambutannya.
Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro berlangsung khidmat dengan rangkaian tilawah dan khataman Al-Qur’an, pembacaan istighotsah, serta mauidhoh hasanah oleh Habib Muhammad bin Anies Shahab. Acara ini turut dihadiri keluarga besar Pesantren Langitan Tuban dan jamaah dari berbagai daerah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar