Kolaborasi RRI dan SMSI, Langkah Firdaus Perkuat Ekosistem Informasi Sehat

Sabtu, 22 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Panel Pengembangan Kompetensi Jurnalistik LPP RRI di Jakarta, Jumat (21/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Diskusi Panel Pengembangan Kompetensi Jurnalistik LPP RRI di Jakarta, Jumat (21/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mendorong penguatan kompetensi jurnalis di tengah perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi. Kolaborasi dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) dinilai penting untuk menghadapi disinformasi sekaligus menjaga kualitas ruang publik.

Hal itu disampaikan Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, M.Si., dalam Diskusi Panel Pengembangan Kompetensi Jurnalistik LPP RRI yang digelar pada 21 Agustus 2026.

Menurut Firdaus, perkembangan teknologi membuat jurnalis tidak cukup hanya menguasai kemampuan menulis. Wartawan dituntut mampu bekerja dalam berbagai format, mulai dari audio, video, fotografi, pengolahan data hingga teknologi peliputan menggunakan perangkat bergerak.

Salah satu kompetensi yang perlu diperkuat adalah etika jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sertifikasi kompetensi dinilai penting untuk memastikan wartawan bekerja secara profesional, menjaga independensi, integritas, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik.

Selain itu, kemampuan Mobile Journalism (MoJo) juga menjadi kebutuhan. Jurnalis dituntut mampu menggunakan perangkat bergerak untuk mengambil foto, merekam audio berkualitas, hingga memproduksi video berita menggunakan smartphone.

Kemampuan verifikasi atau fact-checking juga menjadi perhatian. Jurnalis harus mampu memeriksa data dan menggunakan perangkat investigasi digital untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik terbebas dari hoaks maupun manipulasi.

Firdaus juga menyoroti pentingnya kemampuan membaca perilaku audiens melalui digital analytics dan GEO untuk mengoptimalkan distribusi berita di ekosistem digital. Namun, pemanfaatan teknologi tetap harus berjalan seiring dengan kualitas jurnalistik.

“Kolaborasi RRI dan SMSI menjadi kunci penjaga kebenaran atau truth enforcer nasional,” kata Firdaus.

RRI memiliki posisi sebagai lembaga penyiaran publik berbasis audio dan multiplatform dengan jangkauan hingga berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah perbatasan. Sementara SMSI merupakan konstituen Dewan Pers yang menaungi ribuan perusahaan media siber yang tersebar di berbagai daerah.

Kekuatan tersebut dinilai dapat saling melengkapi, terutama dalam memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan dari daerah.

Dalam diskusi tersebut, Firdaus juga menyampaikan sejumlah bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan, antara lain pelaksanaan UKW bagi wartawan media anggota SMSI, mencetak penguji UKW melalui Training of Trainer (ToT), serta memperbarui materi UKW sesuai perkembangan kebutuhan jurnalistik.

Kolaborasi juga diarahkan pada penguatan newsroom RRI dan SMSI. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi wartawan sekaligus memperkuat distribusi informasi pembangunan serta mengangkat potensi dan aspirasi masyarakat daerah ke panggung penyiaran publik nasional.

Firdaus menilai tantangan media saat ini bukan hanya persaingan mendapatkan perhatian audiens, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, terverifikasi, dan berkualitas.

“Pers yang kuat lahir dari jurnalis yang kompeten dan perusahaan media yang sehat. Kolaborasi LPP RRI dan SMSI adalah kunci utama menjaga kedaulatan informasi serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Firdaus.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun
Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Lindungi Masyarakat dari Sengketa dan Mafia Tanah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru