Komnas Perlindungan Anak : Tragedi Robohnya Atap SDN Gentong, Segera korban Beri layanan Psikososial

- Redaksi

Selasa, 5 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Ketua Umum KOMNAS Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mendesak Pemerintah Kota Pasuruan untuk segera melakukan identifikasi anak-anak korban runtuhnya atap gedung SD Negeri Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 11 orang anak mengalami luka berat dan ringan untuk mendapatkan laýanan psikososial terapy.(05/11)

Selain itu Komnas Perlindungan Anak juga mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan untuk segera mencari tempat yang nyaman dan memastikan tidak menimbulkan trauma berulang agar anak korban runtuhnya atap gedung SDN Gentong dapat melanjutkan keberlangsungan pendidikan mereka.

Disamping itu Komnas Perlindungan anak meminta ibu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawangsa untuk menyiapkan ketersediaan tenaga pendamping untuk melakukan layanan psikososial terapy bagi korban.

Karena dapat dipastikan anak-anak yang tertimpa atap gedung sekolah maupun yang menyaksikan bahkan yang hanya mendengar runtuhnya atap bangunan sekolah dapat dipastikan mengalami trauma.

Dengan demikian perlu dilakukan identifikasi untuk murid kelas dua dan lima SD ysng menjadi korban melalui pendekatan “indep interview”.

Jelas Arist Merdeka Sirait dalam rilisnya bahwa kasus runtuhnya atap SDN Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan yang menelan korban 2 orang meninggal dan 11 orang anak mengalami luka berat dan ringan sesungguhnya bukan kasus baru.

Bukan rahasia lagi bahwa sudah begitu banyak gedung SD yang dimiliki pemerintah justru tidak layak untuk dijadikan tempat proses belajar mengajar yang memberikan rasa nyaman dan aman, bahkan jauh dari ramah anak.

Banyaknya gedung sekolah yang tidak nyaman menunjukkan bahwa lingkungan sekolah belum ramah bagi anak. Lingkungan sekolah di Indonesia juga belum steril dari kekerasan fisik, seksual maupun kekerasan verbal dan penanaman ujaran kebencian dan paham radialisme kepada anak.

Komnas Perlindungan Anak sebagai mitra kerja strategis pemerintah menyampaikan apresiasi atas respon cepat ibu gubernur terhadap masalah ini dan dengan cepat memberikan respon dan pertolongan terhadap korban.

Oleh sebab itu, saya meminta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten dan Kota Pasuruan untuk segera menindaklanjuti hasil assesement Gubernur JawaTimur saat mengunjungi korban di rumah sakit dan dirumah duka serta di lokasi dimana atap gedung SD Gentong ambruk untuk menyiapkan dan melakukan dampingan psikososial terapy bagi korban.(Red)

Berita Terkait

Mujiono Minta ASN Banyuwangi Kerja Lebih Gesit Hadapi Efisiensi Anggaran
Hujan Ekstrem Picu Longsor di Pasuruan, Sejumlah Rumah Warga Rusak
Jalur Lamongan–Gresik Sempat Padat Akibat Kecelakaan Beruntun
Kapal Nelayan Lamongan Terbalik Dihantam Cuaca Ekstrem di Paciran, Seluruh ABK Selamat Dievakuasi
Tiga Kecamatan di Pasuruan Dilanda Banjir, BPBD Waspadai Susulan
Tiga Ruang Kelas SDN 4 Sukowilangun Ambruk, Bupati Malang Perintahkan Perbaikan Darurat
BPBD Pasuruan Minta Pengguna Jalan Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Cuaca Ekstrem
Bupati Kendal, Bantu Warga Terdampak Banjir
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:13 WIB

Mujiono Minta ASN Banyuwangi Kerja Lebih Gesit Hadapi Efisiensi Anggaran

Senin, 19 Januari 2026 - 21:45 WIB

Hujan Ekstrem Picu Longsor di Pasuruan, Sejumlah Rumah Warga Rusak

Senin, 19 Januari 2026 - 20:28 WIB

Jalur Lamongan–Gresik Sempat Padat Akibat Kecelakaan Beruntun

Senin, 19 Januari 2026 - 19:31 WIB

Kapal Nelayan Lamongan Terbalik Dihantam Cuaca Ekstrem di Paciran, Seluruh ABK Selamat Dievakuasi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:37 WIB

Tiga Kecamatan di Pasuruan Dilanda Banjir, BPBD Waspadai Susulan

Berita Terbaru