PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Komunitas Pengusaha Perempuan Aktif dan Kreatif (KOMPPAK) Kabupaten Pasuruan merayakan hari jadinya yang ketiga dengan menggelar Festival Jamu, Pesona Kuliner dan Kriya di Alun-alun Bangil, Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus upaya memperkuat ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku UMKM lokal.
Ratusan pengurus dan anggota KOMPPAK Kabupaten Pasuruan turut memeriahkan kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo.
Beragam minuman tradisional berbahan dasar empon-empon disajikan secara gratis kepada pengunjung. Tak hanya itu, aneka jajanan pasar dan pangan lokal seperti kentang rebus, singkong, ubi jalar, kacang rebus hingga pisang kukus turut dihadirkan untuk memperkenalkan kembali kekayaan kuliner tradisional kepada masyarakat.
Ketua KOMPPAK Kabupaten Pasuruan, Rusdi Widayati mengatakan, Festival Jamu, Pesona Kuliner dan Kriya digelar sebagai bentuk komitmen melestarikan warisan budaya sekaligus memperluas pemasaran produk anggota KOMPPAK.
“Jamu, jajanan pasar dan kriya merupakan warisan nenek moyang yang harus terus dijaga. Kebetulan banyak anggota kami yang memproduksi berbagai produk tersebut, sehingga melalui festival ini kami ingin mengenalkannya lebih luas kepada masyarakat,” katanya di sela kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat penting agar budaya mengonsumsi produk tradisional tidak tergerus oleh tren makanan dan minuman modern.
“Kita bisa mengganti minuman kekinian seperti shake atau boba dengan jamu yang lebih segar dan menyehatkan,” ujarnya.
Selain menghadirkan puluhan produk unggulan, panitia juga menyediakan berbagai hadiah doorprize bagi pengunjung, mulai dari paket makanan dan minuman hingga hadiah utama berupa mesin cuci dan sepeda gunung.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, mengapresiasi perjalanan tiga tahun KOMPPAK yang dinilainya telah menjadi wadah pemberdayaan perempuan sekaligus penggerak ekonomi daerah.
“Saya melihat KOMPPAK tidak hanya menjadi komunitas, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk saling menguatkan, belajar, berjejaring, dan mengembangkan usaha yang dimiliki,” ungkapnya.
Merita menilai keberadaan KOMPPAK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.
Ia berharap KOMPPAK terus menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelaku UMKM, memperluas akses pemasaran, memanfaatkan teknologi digital, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
“Festival ini bukan sekadar ajang promosi produk, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal. KOMPPAK harus terus tumbuh dan menjadi bagian penting dalam kemajuan UMKM Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar