Kontes Lele Lamongan Perdana Perkuat Identitas dan Ekonomi Lokal

Senin, 9 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kontes Lele Lamongan perdana di Lamongan Sport Center, Minggu (8/3) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kontes Lele Lamongan perdana di Lamongan Sport Center, Minggu (8/3) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membuka Kontes Lele Lamongan (Kolela) yang menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia, Minggu (8/3) di Lamongan Sport Center. Ajang ini menjadi momentum memperkuat potensi perikanan sekaligus identitas kuliner khas Lamongan.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes menekankan bahwa ikan lele bukan sekadar komoditas, tetapi telah menjadi penggerak ekonomi masyarakat. “Lele merupakan bagian dari sejarah Lamongan yang mengartikan kegesitan dan keuletan. Ikan ini menjadi ikon kebangkitan masyarakat karena banyak mata pencaharian warga yang bersumber dari budidaya maupun usaha kuliner lele,” ujar Pak Yes.

Kontes lele perdana ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kecamatan. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan, Kadam Mustoko, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi puncak rangkaian HPN 2026 sekaligus momen mengenalkan ikan lele sebagai produk khas daerah. “Ikan lele merupakan ikon khas Lamongan yang menjadi ladang perekonomian bagi sebagian besar warga. Banyak warga Lamongan merantau dengan berjualan pecel lele, sehingga kami ingin lebih mengenalkan lagi kepada generasi penerus,” jelas Mustoko.

Dalam lomba, peserta bersaing menampilkan kualitas lele terbaik hasil budidaya masing-masing. Dewan juri menobatkan Toni dari Kecamatan Plosowahyu sebagai Juara I dengan berat total 10.220 kg, diikuti Panji dari Sugio sebagai Juara II (9.975 kg), dan Ahmad Ihsan dari Mantup Juara III (7.575 kg).

Pak Yes menambahkan bahwa karakter lele yang gesit dan ulet merepresentasikan semangat masyarakat Lamongan dalam bekerja dan bertahan menghadapi tantangan. “Kontes ini menjadi awal agar Lamongan semakin dikenal hingga ke kancah dunia, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain mendorong potensi perikanan, Kolela diharapkan memperkuat identitas kuliner Lamongan sebagai pusat pecel lele dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian lokal. Kegiatan ini juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat pasca pandemi serta dorongan bagi generasi muda untuk terus mempertahankan tradisi dan inovasi dalam budidaya maupun usaha kuliner.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tanda Tangani Prasasti, Bupati Kendal Resmikan Sumur Bor Bantuan CSR PT Arlisco Elektrika
BPTD Kelas II Jatim Perkuat Sinergi Antar Stakeholder Menuju Zero ODOL 2027
Biro Adpim Jatim Raih Bronze Winner AHI 2026 di Surakarta
Kapolres Kendal Ucapkan Selamat HUT TNI ke-81, Tekankan Sinergitas
Ahmad Dhafir Soroti Tata Kelola PDAM Bondowoso: ‘Kalau Pondasinya Rapuh, Penyertaan Modal Akan Runtuh’
Seleksi BPD Desa Karang Lamongan Disorot : Musyawarah Diduga Cuma Formalitas, Etika Ikut Dipertanyakan
200+ Perusahaan Beroperasi di Tambaksawah, Pemkab Sidoarjo Dekatkan Layanan Pajak
Kendal Masuk Lima Besar Nasional, Raih Terbaik I PPD 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40

Tanda Tangani Prasasti, Bupati Kendal Resmikan Sumur Bor Bantuan CSR PT Arlisco Elektrika

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:27

BPTD Kelas II Jatim Perkuat Sinergi Antar Stakeholder Menuju Zero ODOL 2027

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:26

Biro Adpim Jatim Raih Bronze Winner AHI 2026 di Surakarta

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:15

Kapolres Kendal Ucapkan Selamat HUT TNI ke-81, Tekankan Sinergitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09

Ahmad Dhafir Soroti Tata Kelola PDAM Bondowoso: ‘Kalau Pondasinya Rapuh, Penyertaan Modal Akan Runtuh’

Berita Terbaru