Kopi Hutan Jatim Melejit Rp598 Miliar, DPD RI Lia Istifhama Yakin Lahir Desa Devisa Baru

Senin, 15 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Kanan) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama (kiri) Anggota DPD RI Lia Istifhama. Keduanya mendorong penguatan kopi hutan sebagai komoditas unggulan perhutanan sosial yang terus berkembang hingga menembus pasar ekspor. Senin (15/6/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

(Kanan) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama (kiri) Anggota DPD RI Lia Istifhama. Keduanya mendorong penguatan kopi hutan sebagai komoditas unggulan perhutanan sosial yang terus berkembang hingga menembus pasar ekspor. Senin (15/6/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MADIUN, RadarBangsa.co.id – Komoditas kopi hutan berbasis agroforestri di Jawa Timur terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Tidak hanya menjadi sumber pendapatan masyarakat desa, kopi hutan kini berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan yang berkontribusi besar terhadap ekonomi daerah hingga pasar ekspor.

Perkembangan tersebut menjadi sorotan dalam Jambore Perhutanan Sosial Provinsi Jawa Timur 2026 yang digelar Dinas Kehutanan Jawa Timur. Data terbaru menunjukkan sektor perhutanan sosial di provinsi ini berkembang pesat dengan melibatkan ratusan kelompok pengelola dan puluhan ribu kepala keluarga.

Berdasarkan data Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta per 8 Juni 2026, terdapat 438 Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) yang telah mengantongi Surat Keputusan Persetujuan Pengelolaan. Kelompok tersebut tersebar di 23 kabupaten dan satu kota di Jawa Timur.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi desa. Menurutnya, perhutanan sosial tidak lagi hanya dipandang sebagai program pelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Perhutanan sosial bukan hanya soal menjaga hutan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini bisa menjadi pengungkit Indeks Desa Membangun (IDM), terutama pada aspek ekonomi dan ketahanan sosial,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Lia tersebut.

Data Dinas Kehutanan Jawa Timur menunjukkan akses legal pengelolaan perhutanan sosial kini mencapai 196.165 hektare dengan melibatkan 136.421 kepala keluarga. Dari jumlah itu, sekitar 12 persen di antaranya merupakan perempuan yang ikut berperan dalam pengelolaan usaha berbasis hutan.

Tak hanya itu, terdapat 880 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang mengembangkan 62 jenis komoditas. Namun, kopi menjadi sektor yang paling dominan.

Berdasarkan data Nilai Ekonomi (NEKON) KUPS Jawa Timur tahun 2025, kopi menyumbang 68,62 persen dari total transaksi ekonomi yang mencapai Rp447 miliar. Secara nasional, Jawa Timur bahkan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 29,36 persen dari total NEKON nasional sebesar Rp1,5 triliun.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebelumnya juga menyebut sejumlah kopi hutan asal Jawa Timur telah menembus pasar ekspor melalui skema communal branding. Beberapa daerah yang menjadi sentra unggulan antara lain kopi Kare Madiun, kopi Silo Jember, dan kopi Wonosalam Jombang.

Sementara itu, hingga 12 Juni 2026, nilai transaksi ekonomi sektor perhutanan sosial Jawa Timur yang tercatat dalam aplikasi SIMLUH telah mencapai Rp598 miliar atau 47,56 persen dari total nasional sebesar Rp1,2 triliun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Melihat capaian tersebut, Ning Lia optimistis kopi hutan memiliki peluang besar untuk menjadi motor lahirnya desa devisa baru di Jawa Timur. “Jika dikelola dengan baik, diperkuat dari sisi hilirisasi, branding, dan akses pasar, kopi hutan bisa menjadi kunci lahirnya desa devisa baru di Jawa Timur,” tegasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III

1 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Berita Terbaru