MATARAM, RadarBangsa.co.id — Korem 162/Wira Bhakti menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H/2026 M di Masjid As-Syuhada, Asrama TNI AD Korem 162/WB, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat pembinaan mental prajurit selama bulan suci Ramadhan.
Peringatan ini dihadiri jajaran pejabat Korem 162/WB, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 162/WB, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTB sebagai penceramah, serta prajurit dan PNS Korem 162/WB yang beragama Islam.
Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief mengatakan Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam sebagai awal turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
“Momentum Nuzulul Qur’an hendaknya semakin meningkatkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman hidup, baik sebagai pribadi maupun sebagai prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an harus menjadi landasan moral bagi setiap prajurit TNI dalam melaksanakan tugas negara.
“Sebagai prajurit, kita tidak hanya dituntut memiliki kemampuan profesional dan disiplin tinggi, tetapi juga memiliki integritas serta keteguhan iman agar mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Ramadhan Membentuk Mental Prajurit TNI AD yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut menegaskan pentingnya Ramadhan sebagai sarana pembinaan karakter prajurit yang disiplin, sabar, tangguh, serta berintegritas.
Sementara itu, tausiyah disampaikan Ketua FKUB Provinsi NTB Ustadz Dr. Buya Muhammad Subki Sasaki. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah SWT serta menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia.
“Seorang prajurit harus memiliki ketaatan kepada Allah SWT sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Kedua hal ini menjadi fondasi penting dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” ujarnya.
Buya Subki juga mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW serta perjuangan Jenderal Sudirman yang tetap menjaga ibadah di tengah situasi perjuangan.
“Keteguhan spiritual adalah sumber kekuatan seorang prajurit dalam menghadapi setiap tantangan tugas. Ketika iman kuat, maka pengabdian kepada bangsa dan negara juga akan semakin kokoh,” jelasnya.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an tersebut, Korem 162/Wira Bhakti berharap seluruh prajurit dan keluarga besar TNI di wilayah NTB semakin memperkuat keimanan serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar