KPK Masuk Lamongan Lagi, Ada Apa dengan Dana Pokmas

Rabu, 23 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mapolres Lamongan – Lokasi pemeriksaan lima kepala desa dan satu pihak swasta oleh penyidik KPK terkait dugaan korupsi dana hibah pokmas, Rabu (23/7/2025) (IST)

Mapolres Lamongan – Lokasi pemeriksaan lima kepala desa dan satu pihak swasta oleh penyidik KPK terkait dugaan korupsi dana hibah pokmas, Rabu (23/7/2025) (IST)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyentuh wilayah Lamongan. Kali ini, lima kepala desa dan seorang dari kalangan swasta dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan penyimpangan dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) yang bersumber dari APBD Jawa Timur periode 2019 hingga 2022.

Pemeriksaan terhadap para saksi itu berlangsung di Mapolres Lamongan, tepatnya di ruang satuan reserse kriminal (Satreskrim). Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelima kepala desa yang dimintai keterangan masing-masing berasal dari Desa Menongo, Sukolilo, Banjargadang, Gedangan, dan Daliwangun. Sementara satu orang lainnya berasal dari pihak swasta.

Kepala Seksi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan adanya aktivitas pemeriksaan oleh penyidik KPK di markas kepolisian setempat.

“Benar, saat ini ada pemeriksaan yang dilakukan oleh tim KPK. Tempatnya di ruang Satreskrim,” ujarnya saat dikonfirmasi media pada Rabu (23/7/2025).

Namun, Hamzaid menegaskan bahwa pihak Polres hanya sebatas memfasilitasi tempat pemeriksaan, tanpa terlibat dalam penyidikan. Soal siapa saja yang diperiksa dan terkait perkara apa, ia mengaku tidak mengetahui secara detail.

“Kami hanya menyiapkan tempat, sesuai permintaan dari KPK. Soal materi kasus atau durasi pemeriksaan, kami tidak tahu,” tambahnya.

KPK sendiri tengah mendalami lebih lanjut dugaan korupsi dalam penyaluran dana hibah kepada kelompok masyarakat yang bersumber dari anggaran Pemprov Jatim selama empat tahun terakhir. Indikasi awal menunjukkan adanya penyimpangan serius dalam proses pengelolaan anggaran yang dinilai kurang transparan.

Dalam penyidikan perkara ini, KPK telah menetapkan total 21 orang sebagai tersangka. Empat di antaranya diduga sebagai penerima suap, sementara 17 lainnya disebut sebagai pihak pemberi.

Kegiatan pemeriksaan terhadap sejumlah kepala desa ini menjadi kelanjutan dari pengusutan yang sebelumnya telah menyeret sejumlah nama besar dalam pusaran korupsi hibah pokmas di Jawa Timur.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Berita Terbaru