ETLE Statis dan Mobile Dikerahkan Polres Probolinggo, Ribuan Pelanggar Terjaring Operasi Patuh 2025

Rabu, 23 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satlantas Polres Probolinggo melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas dalam Operasi Patuh Semeru 2025. (ist)

Petugas Satlantas Polres Probolinggo melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas dalam Operasi Patuh Semeru 2025. (ist)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id — Polres Probolinggo terus menggencarkan penindakan terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Melalui Operasi Patuh Semeru 2025 yang digelar sejak 14 Juli, petugas mengombinasikan pendekatan preemtif, preventif, hingga represif berbasis teknologi dengan penggunaan ETLE statis dan mobile.

“Operasi ini bukan sekadar menilang, tapi mendorong kesadaran berlalu lintas yang lebih baik,” kata Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen, saat dikonfirmasi pada Rabu (23/7).

Dalam sepekan pelaksanaan operasi, lebih dari 2.200 pelanggaran lalu lintas tercatat oleh petugas. Dari jumlah itu, sebagian besar dilakukan oleh pengendara roda dua.

“Kami mencatat 2.206 pelanggaran sejak hari pertama hingga hari ketujuh. Ini menunjukkan masih rendahnya disiplin berkendara di jalan,” ujarnya.

Dari total pelanggaran itu, 626 kasus terekam kamera ETLE mobile, 407 pelanggaran ditindak dengan tilang manual, sementara 1.173 pelanggar diberikan teguran.

Jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah pengendara motor tanpa helm, pengemudi di bawah umur, serta kendaraan yang tidak memenuhi standar teknis.

“Pelanggar terbanyak adalah pengguna roda dua. Terutama karena tidak memakai helm atau memakai knalpot bising,” ungkap AKP Safiq.

Ia menegaskan bahwa penertiban bukan hanya tentang penegakan hukum, tapi juga untuk menyelamatkan nyawa di jalan raya.

AKP Safiq juga menyuarakan keprihatinannya terhadap masih banyaknya pelajar yang nekat mengendarai sepeda motor meski belum cukup umur.

“Orang tua seharusnya tidak membiarkan anak-anaknya yang belum cukup umur membawa motor sendiri. Ini bukan hanya pelanggaran, tapi juga bahaya besar bagi keselamatan mereka,” ujarnya tegas.

Menurutnya, keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik polisi. Keterlibatan orang tua, guru, bahkan pemerintah daerah diperlukan agar edukasi berjalan menyeluruh.
Operasi Patuh Semeru 2025 mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”. Fokusnya adalah mencegah potensi kecelakaan yang fatal, termasuk aksi bonceng tiga, pengemudi mabuk, hingga pengendara yang bermain ponsel saat menyetir.

“Seluruh sasaran operasi ini dipilih karena terbukti menjadi pemicu kecelakaan berat. Kami ingin menekan angka kecelakaan, bukan sekadar memburu pelanggaran,” terang Kasatlantas.

Ia menambahkan, dengan bantuan ETLE, pelanggaran bisa ditindak secara digital tanpa harus menghentikan pelanggar di tempat.

Menjelang akhir masa operasi yang berlangsung hingga 27 Juli mendatang, AKP Safiq kembali mengimbau masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Kami tidak ingin jalanan menjadi tempat berisiko tinggi. Semua pengendara, dari pelajar hingga orang tua, harus ikut andil mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib,” pungkasnya.

Penulis : Nanang

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru