SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Krisis tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Sidoarjo mulai menjadi perhatian serius DPRD. Komisi D DPRD Sidoarjo menggelar rapat koordinasi lintas instansi, Rabu (29/4/2026), untuk mencari solusi atas kekurangan dokter, perawat, dan tenaga medis lain yang dinilai mulai berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat.
Rapat yang digelar di gedung DPRD Sidoarjo itu dipimpin Ketua Komisi D, H. Moch. Dhamroni Chudlori. Sejumlah pihak strategis dilibatkan, mulai Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Kesehatan, dua RSUD milik daerah, hingga lima puskesmas yang menjadi garda terdepan layanan publik.
Masalah kekurangan tenaga kesehatan dinilai bukan sekadar persoalan internal rumah sakit, tetapi menyangkut akses layanan dasar warga. Jika tidak segera diatasi, antrean pasien bisa makin panjang, beban kerja nakes meningkat, hingga kualitas layanan kesehatan berpotensi menurun.
Dhamroni menegaskan, rapat koordinasi ini menjadi langkah awal memetakan kebutuhan riil tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan daerah. Mulai dari formasi jabatan, skema rekrutmen, hingga distribusi tenaga medis harus dihitung secara tepat.
“Kami ingin memastikan kebutuhan tenaga kesehatan benar-benar terpenuhi. Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang dirugikan karena layanan kesehatan terganggu,” ujar Dhamroni.
Dalam rapat tersebut, BKD dan Dinas Kesehatan diminta menyusun langkah konkret untuk percepatan pemenuhan formasi nakes, terutama di puskesmas dan rumah sakit daerah yang saat ini menjadi titik layanan utama masyarakat.
Komisi D menilai, solusi jangka pendek dan jangka panjang harus segera diputuskan. Sebab, kebutuhan tenaga kesehatan terus meningkat seiring tingginya jumlah pasien dan tuntutan pelayanan yang cepat.
Hasil rapat ini diharapkan menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan publik, sekaligus memastikan masyarakat Sidoarjo tetap mendapatkan layanan medis yang aman, cepat, dan berkualitas.
“Ini bukan hanya soal pegawai, tapi soal hak masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan yang layak,” pungkasnya.
Penulis : Rino
Editor : Zainul Arifin


















Komentar