Lamongan Digegerkan, OB Kepercayaan Bobol Brankas Majikan Rp100 Juta

Kamis, 16 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polsek Paciran memperlihatkan dugaan pelaku pencurian uang dan perhiasan yang diungkap pada Selasa (14/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Polsek Paciran memperlihatkan dugaan pelaku pencurian uang dan perhiasan yang diungkap pada Selasa (14/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Unit Reskrim Polsek Paciran, Polres Lamongan, mengungkap kasus pencurian uang dan perhiasan yang merugikan korban hingga sekitar Rp100 juta. Pelaku berinisial MKR (32), warga Desa Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, ditangkap setelah penyelidikan mengarah kepada orang yang selama ini dipercaya korban sebagai office boy (OB).

Korban berinisial MS (48), seorang wiraswasta asal Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Selama kurang lebih dua tahun, pelaku bekerja di kantor korban sekaligus membantu pekerjaan rumah tangga.

Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid membenarkan pengungkapan perkara tersebut. Menurutnya, hasil penyelidikan menunjukkan pelaku memanfaatkan kepercayaan yang diberikan korban untuk menjalankan aksi pencurian secara bertahap.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku merupakan orang yang telah dipercaya korban selama kurang lebih dua tahun sebagai office boy (OB) di kantor sekaligus membantu pekerjaan rumah tangga korban,” kata Hamzaid.

Kasus itu mulai terungkap ketika istri korban pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB hendak menjual sejumlah perhiasan emas guna memenuhi kebutuhan biaya pernikahan keponakannya. Saat membuka brankas, korban bersama istrinya mendapati sebagian perhiasan telah hilang.

Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, korban menyadari kehilangan terjadi berulang kali. Barang yang raib meliputi liontin emas, cincin, gelang, uang tunai di dalam brankas, hingga uang yang disimpan di lemari.

“Bahkan korban mengaku pernah kehilangan uang pada tahun 2025 dengan nilai puluhan juta rupiah. Total kerugian akibat pencurian tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta,” ujar Hamzaid.

Hasil pemeriksaan mengungkap, pelaku memiliki akses ke rumah karena korban kerap bepergian ke luar kota maupun luar negeri untuk menjalankan usaha biro perjalanan. Korban menitipkan kunci rumah kepada pelaku sehingga kesempatan itu dimanfaatkan untuk mengambil uang dan perhiasan yang tersimpan di dalam brankas.

Penyidik juga menemukan fakta bahwa pelaku mengetahui nomor PIN pembuka brankas. Kode tersebut diketahui setelah sebelumnya korban pernah meminta pelaku mengambil uang menggunakan kartu ATM, yang ternyata memiliki nomor PIN sama dengan PIN brankas. Sejak saat itu, pelaku leluasa membuka brankas dan melakukan pencurian secara bertahap sejak 2025 hingga akhirnya terungkap.

Menerima laporan korban, Unit Reskrim Polsek Paciran melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan alat bukti. Hasil penyelidikan kemudian mengarah kepada MKR sebagai tersangka.

“Pada Selasa (14/7) sekitar pukul 07.00 WIB, petugas berhasil menangkap tersangka saat berada di Mess Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran. Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui seluruh perbuatannya sehingga selanjutnya dibawa ke Polsek Paciran untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Dalam penyidikan, polisi menyita barang bukti berupa tujuh lembar surat kepemilikan emas atau logam mulia serta satu cincin emas seberat 1,6 gram.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang tindak pidana pencurian,” tegas Hamzaid.

Menutup keterangannya, Hamzaid mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan barang berharga. Ia meminta warga tidak sembarangan memberikan akses maupun kode keamanan kepada orang lain, meski telah menjadi orang kepercayaan, serta segera melaporkan setiap dugaan tindak pidana kepada kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana agar dapat segera ditindaklanjuti dan diungkap,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Senin, 2 November 2026 - 10:26

58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Berita Terbaru