Lamongan Jadi Laboratorium Sosial, Mahasiswa Unisla Turun Desa

Rabu, 16 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (kiri) bersama jajaran Universitas Islam Lamongan dalam seremoni pemberangkatan mahasiswa KKN Unisla 2025 di Aula Pascasarjana, Rabu (16/7/2025). | Foto Dok Ho/RadarBangsa

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (kiri) bersama jajaran Universitas Islam Lamongan dalam seremoni pemberangkatan mahasiswa KKN Unisla 2025 di Aula Pascasarjana, Rabu (16/7/2025). | Foto Dok Ho/RadarBangsa

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 950 mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) diberangkatkan untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 21 desa di Kabupaten Lamongan. Acara pelepasan berlangsung pada Rabu siang, 16 Juli 2025, di Aula Gedung Pascasarjana lantai 3 Unisla, dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa KKN merupakan ruang belajar penting bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu di tengah masyarakat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk literasi sosial yang riil, terutama dalam konteks ekonomi dan kehidupan masyarakat desa.

> “Kegiatan KKN sangat penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. Di sinilah mereka bisa menerapkan ilmu dari kampus ke kehidupan nyata,” ujar Pak Yes.
“Walaupun mungkin tidak langsung mengubah kondisi sosial ekonomi masyarakat, tapi kehadiran mereka akan menebarkan semangat dan pengetahuan yang berarti.”

Tema yang diangkat dalam KKN tahun ini adalah *Holistic Applied Research & Village Empowerment for Sustainable Transformation* (Harvest). Tema tersebut dinilai selaras dengan misi pembangunan jangka panjang yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat desa secara menyeluruh.

“Dengan terjun langsung ke masyarakat, mahasiswa akan mengalami proses pembelajaran yang berkembang. Ini akan membentuk karakter mereka, sekaligus mendukung SDM yang unggul dan berdaya saing seperti visi kami di Kabupaten Lamongan,” tutur Pak Yes.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa untuk memperkuat pembangunan desa. Keterlibatan mahasiswa disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah, yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan keharmonisan sosial.

“Kami siap bersinergi dengan mahasiswa Unisla dalam merealisasikan lima belas program prioritas Pemkab Lamongan. Ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kemajuan desa dan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unisla Abdul Ghofur menyampaikan bahwa saat ini perguruan tinggi tidak lagi hanya dituntut mencetak lulusan akademik, tetapi juga harus berdampak nyata pada lingkungan sosial.

“Perguruan tinggi harus relevan dengan kebutuhan zaman. Regulasi pendidikan sekarang mengharuskan kampus untuk berkontribusi langsung pada masyarakat,” ungkap Abdul Ghofur.

Ia menyebut KKN sebagai salah satu program strategis untuk menjembatani antara teori dan praktik sosial. Mahasiswa diberi ruang untuk melihat langsung dinamika kehidupan di lapangan, sekaligus menjadi agen perubahan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari realitas masyarakat. KKN ini bukan sekadar tugas akademik, tapi pengalaman hidup yang membentuk karakter,” ujarnya.

Tak hanya di tingkat lokal, Unisla juga sedang mempersiapkan program KKN internasional yang akan digelar pada Oktober mendatang. Program tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa sekaligus membangun jejaring lintas negara.

“Kami ingin membuka cakrawala mahasiswa. Dengan KKN internasional, mereka bisa belajar hal-hal baru dari konteks sosial budaya yang berbeda,” jelas Ghofur.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru