Lamongan Perkuat Karakter Anak Lewat KAIH dan Wajar 13 Tahun

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang peserta menunjukkan kebolehannya dalam ajang kreativitas pelajar dengan penuh percaya diri. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Seorang peserta menunjukkan kebolehannya dalam ajang kreativitas pelajar dengan penuh percaya diri. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan dukungannya terhadap realisasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) serta program Wajib Belajar (Wajar) Tiga Belas Tahun. Kedua inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, sekaligus memiliki akses pendidikan yang merata.

Gerakan tujuh KAIH meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal. Menurut para pendidik, kebiasaan sederhana tersebut memiliki dampak signifikan dalam membentuk kedisiplinan, menumbuhkan tanggung jawab, serta membangun semangat belajar sejak usia dini. Di sisi lain, program Wajar Tiga Belas Tahun memperluas cakupan wajib belajar dari tingkat dasar hingga menengah, sehingga seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan sama dalam menempuh pendidikan.

Dukungan Pemkab Lamongan diwujudkan melalui program Prioritas Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis), yang menghadirkan beasiswa untuk pelajar dari keluarga kurang mampu. Tahun 2025, anggaran Perintis meningkat menjadi Rp7,5 miliar, naik dari Rp6,3 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan dan mengurangi kesenjangan sosial.

Selain itu, Pemkab Lamongan juga menjalankan program wisuda tahfidz bagi pelajar, dengan tujuan memperkuat soft power sumber daya manusia dari aspek religius. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan di Lamongan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga nilai moral dan spiritual.

Dalam seminar parenting bertema penguatan KAIH dan Wajar Tiga Belas Tahun yang digelar di Pendopo Lokatantra, Rabu (24/9/2025), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, pendidik, hingga orang tua.
“Pemerintah hadir dan bersungguh-sungguh dalam keberhasilan realisasi gerakan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) dan wajib belajar (Wajar) tiga belas tahun,” ujar Yuhronur.

Ketua Forum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, menambahkan bahwa fokus tahun ini adalah sosialisasi gerakan KAIH dan Wajar Tiga Belas Tahun ke seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, peran orang tua sangat menentukan keberhasilan implementasi gerakan ini karena figur teladan pertama anak berasal dari keluarga.
“Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Maka, orang tua menjadi kunci untuk memastikan tujuh kebiasaan ini bisa benar-benar melekat dalam keseharian,” jelas Anis.

Seminar tersebut dihadiri oleh Bunda PAUD kecamatan, Bunda PAUD desa/kelurahan, serta perwakilan orang tua dari seluruh wilayah Lamongan. Hadir pula narasumber dari Jawa Timur, Hermato, seorang praktisi PAUD yang menekankan bahwa pendidikan karakter melalui kebiasaan positif perlu berjalan seiring dengan pemerataan akses pendidikan.

Dengan sinergi antara pemerintah, pendidik, dan orang tua, Lamongan berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Melalui gerakan ini, kita ingin mencetak generasi Lamongan yang hebat, disiplin, dan memiliki daya juang tinggi,” pungkas Yuhronur.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru