Lamongan Sabet Penghargaan Nasional, Bukti Ekonomi Inklusif Tancap Gas

Sabtu, 25 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima penghargaan National Governance Award 2026 di Jakarta, Jumat (24/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima penghargaan National Governance Award 2026 di Jakarta, Jumat (24/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Lamongan kembali mencuri perhatian nasional setelah meraih penghargaan Economic Growth kategori Top Regency in Agro-Maritime Food Hub dalam ajang National Governance Award 2026. Pengakuan ini menegaskan arah kebijakan daerah yang fokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis potensi lokal.

Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui seleksi ketat yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Ombudsman RI, dan kalangan akademisi. Penilaian difokuskan pada efektivitas kebijakan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan, capaian ini bukan sekadar prestasi seremonial, melainkan cerminan dari kerja nyata pembangunan ekonomi yang menyentuh kebutuhan warga.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis potensi lokal yang terintegrasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Fokus kami bukan hanya angka, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Yuhronur.

Secara konkret, sektor agro-maritim menjadi tulang punggung ekonomi Lamongan. Kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 30,18 persen, disusul industri pengolahan sebesar 12,84 persen. Produksi padi bahkan tembus 1,33 juta ton pada 2025, tertinggi di Jawa Timur.

Dampaknya terasa langsung pada kesejahteraan masyarakat. Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 124,97, mencerminkan peningkatan daya beli petani. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka ditekan hingga 4,29 persen, sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,40 persen, melampaui rata-rata provinsi dan nasional.

“Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang kami jalankan tidak hanya mendorong produksi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal,” tambahnya.

Pemerintah daerah juga memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program *UMKM Naik Kelas* dan *Young Entrepreneur Success*. Hasilnya, sebanyak 1.945 lapangan kerja tercipta, dan ratusan wirausaha muda tumbuh melalui program Megpreneur.

“Sebanyak 42 produk UMKM sudah masuk pasar modern dan 49 produk berhasil menembus ekspor. Ini bukti bahwa pelaku usaha lokal mampu bersaing jika didukung kebijakan yang tepat,” jelas Yuhronur.

Dari sisi infrastruktur, penguatan konektivitas menjadi faktor kunci. Kehadiran Trans Jatim, Jalur Lingkar Utara, serta program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (JAMULA) mempercepat distribusi barang dan mobilitas warga.

“Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal jalan, tapi bagaimana membuka akses ekonomi baru dan mempercepat pertumbuhan wilayah,” tegasnya.

Lamongan juga memaksimalkan potensi pesisir sepanjang 47 kilometer melalui konsep *blue economy*. Dukungan kawasan industri, pelabuhan, serta kedekatan dengan Bandara Juanda dan jaringan tol memperkuat posisi Lamongan dalam rantai pasok regional.

Di sektor perdagangan, nilai ekspor meningkat dari Rp20 triliun pada 2024 menjadi Rp22 triliun di 2025, sementara impor ditekan. Hal ini menunjukkan daya saing produk lokal yang semakin kuat di pasar global.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat hilirisasi dan integrasi sektor agro-maritim agar nilai tambah ekonomi semakin besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Yuhronur.

Capaian ini memperlihatkan bahwa kebijakan ekonomi yang terarah, berbasis potensi lokal, dan berpihak pada masyarakat mampu menjadi solusi nyata dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Berita Terbaru