LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Lamongan kembali menarik perhatian nasional setelah resmi dinobatkan sebagai Daerah Terinovatif pada Innovative Government Award (IGA) 2025. Acara yang digelar Kementerian Dalam Negeri tersebut berlangsung di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, dan dihadiri langsung Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang menerima penghargaan dari Presiden Direktur CNN Indonesia, Titin Rosmasari.
Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kemajuan konsisten dalam inovasi sektor pemerintahan, pembangunan, dan layanan publik. Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Lamongan karena inovasi yang dijalankan mulai menunjukkan dampak konkret terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurut Bupati, pencapaian ini adalah komitmen bersama seluruh perangkat daerah. “Kami ingin memastikan setiap inovasi memiliki manfaat langsung dan dirasakan masyarakat. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi tentang kualitas hidup warga Lamongan,” ujarnya.
Lamongan melaporkan 203 inovasi pada penilaian IGA 2025, yang mencakup 72 program digital dan 131 program non-digital. Dua program menjadi perhatian utama penilaian, yaitu Sistem Informasi Pembayaran PBB-P2 (SIMAYA) dan Lamongan Sehat Sejahtera Dengan Kunjungan Rumah (Laserku).
“SIMAYA memodernisasi sistem pembayaran pajak daerah menjadi sepenuhnya digital. Wajib pajak dapat melakukan pembayaran melalui platform online tanpa harus datang ke kantor layanan. Modernisasi ini mengangkat realisasi pendapatan PBB-P2 menjadi Rp49,97 miliar pada 2024. Selain itu, tingkat kepuasan publik melonjak ke angka 90 persen.”jelasnya.
Di sektor non-digital, Laserku menjadi program pemberdayaan sosial yang paling berdampak. Melalui kunjungan rumah, pemerintah daerah memberikan layanan kesehatan, bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga renovasi rumah tidak layak huni. Sebanyak 5.131 keluarga telah menerima manfaat dari program ini. Laserku juga memberikan kontribusi besar pada kenaikan angka harapan hidup dari 72,40 menjadi 75,07 pada 2024.
Yuhronur mengatakan bahwa keberhasilan inovasi daerah tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari masyarakat, swasta, akademisi, hingga media lokal. Menurutnya, seluruh inovasi diselaraskan dengan RPJMD dan program prioritas pemerintah pusat agar implementasi terarah dan efektif.
“IGA 2025 diharapkan menjadi pendorong bagi Lamongan untuk terus memperluas inovasi baru, terutama yang mengintegrasikan teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan transparansi layanan,”pungkasnya.
Lainnya:
- Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








