Langkah Berani Purbaya Guncang Panggung Politik Nasional

Selasa, 21 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Kehadiran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut menjadi sorotan baru di kancah politik nasional. Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai kiprah Purbaya berhasil mencuri perhatian publik karena gaya kepemimpinannya yang tegas, sederhana, dan dinilai jauh dari pencitraan.

“Purbaya tampil sebagai figur otentik yang mengedepankan kerja nyata, bukan sensasi atau drama politik,” kata Jerry di Jakarta, Selasa (21/10/2025). Menurutnya, gaya “koboi” Purbaya justru menambah daya tarik karena memperlihatkan karakter pemimpin yang lugas dan berani mengambil risiko.

Jerry menilai kemunculan Purbaya membuat pamor sejumlah tokoh politik lain, seperti Dedi Mulyadi dan Gibran Rakabuming Raka, mulai meredup. “Publik kini lebih menaruh perhatian pada kinerja, bukan sekadar aksi pencitraan. Sosok seperti Purbaya menjadi antitesis dari pola politik simbolik,” ujarnya.

Salah satu sikap tegas Purbaya, lanjut Jerry, terlihat ketika ia menolak sejumlah permintaan dan kebijakan yang dianggap tidak efisien. Ia bahkan menolak pemanggilan oleh Wakil Presiden Gibran untuk membahas transfer dana ke daerah, yang menurut Jerry diduga berkaitan dengan upaya menyelamatkan posisi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

“Purbaya tetap pada pendiriannya. Meski tanpa membawa tim media, setiap tindakannya mendapat perhatian publik. Ini kontras dengan gaya Dedi Mulyadi yang penuh drama dan panggung pencitraan,” tutur Jerry.

Lebih jauh, Jerry menilai keberanian Purbaya tampak dari komitmennya memberantas penyimpangan di sektor pajak dan bea cukai. “Ia mengatakan tak takut siapapun, kecuali Tuhan dan Presiden. Bahkan, ia siap menghadapi risiko ekstrem seperti yang dialami aktivis Munir,” ungkapnya.

Sebagai ekonom beraliran Keynesian, Purbaya dikenal kritis terhadap pengelolaan keuangan negara. Ia menemukan dana mengendap dan deposito pemerintah daerah senilai Rp265,6 triliun, serta mengawasi pengembalian dana sitaan korupsi sawit Rp13 triliun dari Kejaksaan Agung ke Kementerian Keuangan.

Kebijakan lain yang menyita perhatian adalah usulan menarik dana Rp200 triliun dari Bank Indonesia untuk disalurkan ke bank-bank BUMN, demi memperkuat likuiditas nasional. Ia juga menolak wacana pembentukan “family office” yang menggunakan dana APBN, serta menentang keras penggunaan APBN untuk menutup utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang bernilai Rp116 triliun.

“Menurut laporan yang saya terima, terjadi mark-up hingga tiga kali lipat dalam proyek itu. Jadi wajar jika Purbaya menolak APBN dipakai menanggungnya,” ujar Jerry.

Selain itu, Purbaya mengungkap sejumlah daerah dengan simpanan APBD besar di bank, seperti Bojonegoro Rp3,6 triliun, Kutai Barat Rp5,2 triliun, dan Talaud Rp2,6 triliun. Total simpanan pemerintah daerah di bank mencapai Rp60,2 triliun. “Pertanyaannya, bunga dari dana ini mengalir ke mana? PPATK perlu menelusuri,” kata Jerry.

Ia menambahkan, sikap keras Purbaya yang pro-rakyat diduga membuat beberapa menteri lain tidak nyaman. “Dalam rapat kabinet, banyak yang mengabaikannya. Tapi publik justru menilai, keteguhan sikap itulah yang membuat Purbaya menonjol,” pungkas Jerry.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Berita Terbaru