Langkah Gubernur Khofifah di Tuban: Pasar Murah Dekat Permukiman, Harga Sembako Dijaga Stabil Jelang Lebaran

Kamis, 5 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pasar murah di kawasan Stasiun Lama Tuban, Kamis (5/3). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pasar murah di kawasan Stasiun Lama Tuban, Kamis (5/3). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

TUBAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah di kawasan Stasiun Lama Tuban, Kabupaten Tuban, Kamis (5/3), sebagai upaya pengendalian inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri.

Kegiatan yang berlangsung di area permukiman warga tersebut merupakan bagian dari program stabilisasi harga kebutuhan pokok Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran.

Didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Khofifah menegaskan bahwa lokasi pasar murah sengaja dipilih dekat permukiman dan tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Langkah ini dilakukan agar program benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan tanpa mengganggu mekanisme harga di pasar umum.

“Pasar murah hari ini diselenggarakan dekat permukiman masyarakat di sekitar Stasiun Lama Tuban supaya mudah dijangkau. Saya selalu mengingatkan agar pasar murah tidak digelar dekat pasar tradisional,” kata Khofifah.

Menurutnya, pasar murah tidak hanya bertujuan menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga keseimbangan harga di pasaran.

“Pasar murah bukan sekadar soal harga murah, tetapi bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasar agar harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang, terutama di bulan Ramadan,” ujarnya.

Selain memastikan stabilitas harga, Khofifah juga menegaskan bahwa ketersediaan pasokan bahan pokok di Jawa Timur menjelang Idul Fitri dalam kondisi aman.

Ia mengakui bahwa permintaan kebutuhan logistik rumah tangga biasanya meningkat menjelang Lebaran. Namun pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terus melakukan pemantauan distribusi dan stok barang di pasar.

“Hari-hari mendekati Idul Fitri biasanya kebutuhan rumah tangga meningkat. Kami ingin masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan barang,” katanya.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah komoditas strategis dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar umum. Di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Selain itu tersedia gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam Rp30.000 per kemasan.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyalurkan bantuan beras kepada ratusan warga lanjut usia. Ia turut membagikan telur kepada para ibu rumah tangga yang membawa anak sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi keluarga.

Tak hanya itu, Khofifah juga memborong sejumlah produk makanan dan minuman dari pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi dalam pasar murah sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal.

Salah satu warga, Darmiyah, mengaku rela mengantre sejak siang hari demi mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Saya datang antri sejak jam 12.30. Alhamdulillah bisa dapat beras SPHP dari Ibu Khofifah, nanti dimasak untuk sahur dan berbuka. Senang sekali bisa belanja kebutuhan pokok dengan harga murah,” ujarnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru