Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Pertanyakan Impor Beras AS 1.000 Ton, Saat Petani Masuk Panen Raya

Selasa, 3 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama memberikan keterangan terkait rencana impor beras, Selasa (3/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama memberikan keterangan terkait rencana impor beras, Selasa (3/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Rencana pemerintah mengimpor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat memicu perhatian publik. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan komitmen swasembada pangan yang selama ini digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Lia, langkah awal yang harus ditempuh pemerintah adalah memastikan secara ilmiah dan terukur kondisi riil stok beras nasional. Ia menilai, keputusan impor tidak boleh diambil tanpa data yang jelas mengenai posisi surplus atau defisit di berbagai daerah.

“Terkait impor beras dari Amerika, yang perlu kita garis bawahi adalah Presiden selalu mendengungkan swasembada pangan yang diamini para petani melalui kerja keras pemenuhan stok beras nasional,” ujar Lia di Surabaya, Selasa (3/3/2026).

Ia mempertanyakan urgensi impor tersebut, terutama karena dilakukan dari negara yang memiliki jarak geografis sangat jauh dari Indonesia. Menurutnya, kebijakan itu berpotensi menimbulkan risiko logistik dan pembiayaan distribusi yang tidak kecil.

“Apakah memang kita sedang defisit? Jika iya, wilayah mana yang defisit dan wilayah mana yang surplus? Itu harus dipetakan secara detail sebelum memutuskan impor,” tegasnya.

Lia menilai, tanpa riset menyeluruh, kebijakan impor bisa berdampak langsung pada stabilitas harga beras nasional dan harga gabah di tingkat petani. Apalagi, momentum kebijakan ini berlangsung pada bulan Ramadan menjelang Syawal, saat banyak petani tengah memasuki masa panen dan berharap hasil produksi terserap maksimal oleh pasar.

Menurutnya, masuknya beras impor di tengah potensi kecukupan pasokan dalam negeri berisiko mengganggu keseimbangan pasar. Jika suplai dalam negeri sebenarnya sudah mencukupi, tambahan beras impor bisa menyebabkan harga turun dan merugikan petani.

“Jangan sampai supply sebenarnya sudah memenuhi demand, namun tidak terserap pasar akibat beras impor. Kalau itu terjadi, keseimbangan harga tidak tercapai dan lagi-lagi kita mendengar jeritan petani,” ujarnya.

Lia juga mengingatkan agar kebijakan impor tidak semata dipandang sebagai bagian dari kesepakatan dagang internasional, melainkan harus mempertimbangkan dampak langsung terhadap ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.

Isu impor beras kerap menjadi perhatian publik karena menyangkut hajat hidup orang banyak, stabilitas harga bahan pokok, serta arah kebijakan pangan nasional. Karena itu, ia meminta pemerintah transparan menyampaikan dasar pertimbangan dan data stok beras sebelum merealisasikan impor.

“Setiap kebijakan pangan harus berpihak pada kepentingan nasional dan melindungi petani. Jangan sampai keputusan yang diambil justru melemahkan posisi Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru