Lapas Semarang kirim WBP ke Nusakambangan untuk dukung ketahanan pangan

- Redaksi

Jumat, 7 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG , RadaBangsa.co.id – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang mengirimkan 33 warga binaan pemasyarakatan (WBP) ke Lapas Terbuka Nusakambangan.

Pemberangkatan WBP dilakukan pada Kamis (06/03) dengan pengawalan ketat oleh petugas Lapas dan anggota Kepolisian menggunakan bus. Sebelum keberangkatan, para WBP telah melalui sejumlah pemeriksaan, termasuk pemeriksaan badan, barang bawaan, serta pemeriksaan kesehatan. Seluruh prosedur dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Mardi Santoso, menyampaikan bahwa pengiriman WBP ini merupakan bagian dari akselerasi program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam upaya pemberdayaan WBP guna mendukung ketahanan pangan nasional.

“Di sana teman-teman akan belajar, minimal belajar bagaimana beternak, berkebun, dan menjadi laki-laki yang lebih baik. Syukuri apapun yang terjadi, karena rezeki kalian saat ini ada di sana, memang sudah takdir kita,” tuturnya saat memberikan pengarahan sebelum keberangkatan.

Mardi menambahkan bahwa di Lapas Terbuka Nusakambangan telah disiapkan lahan yang akan diolah untuk berbagai keperluan pertanian dan peternakan. Program ini mencakup budidaya jagung, sawah, tambak udang, serta perkebunan sayuran. Selain itu, WBP juga akan dilibatkan dalam peternakan ayam petelur, ayam pedaging, hingga kambing.

“Perlakuannya berbeda, mereka dikirim ke sana untuk bekerja dan mendukung program ketahanan pangan. Tentu mereka akan diberikan perhatian, fasilitas yang layak, serta premi sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka,” tambahnya.

Mardi juga menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan, tetapi juga memberikan keterampilan baru bagi WBP agar lebih siap saat kembali ke masyarakat.

“Kami berharap para WBP bisa mengambil ilmu dan pengalaman dari program ini, sehingga setelah bebas nanti, mereka bisa mandiri dan berkontribusi secara positif di lingkungan mereka,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Hosea / Oki R B

Editor : Bandi

Berita Terkait

Saat Kota Lamongan Terlelap, Polsek Tikung Bergerak Senyap Cegah Kejahatan 4C
Polisi Turun ke Jalan, Patroli Polsek Tikung Diperketat, Warga Lamongan Diminta Siaga Jaga Keamanan
Respon Cepat 110 Polres Lamongan, Tiga Gangguan Kamtibmas Ditangani dalam Semalam
Patroli Obvit Polsek Tikung Perketat Pengamanan Malam, Cegah 4C di Titik Rawan
Polsek Tikung Sikat Titik Rawan di Lamongan, Patroli Objek Vital Digeber Cegah Kejahatan 4C
Polsek Tikung Bergerak Tengah Malam di Lamongan, Patroli Blue Light Sapu Balap Liar dan Kriminalitas
Polres Jombang Bentuk Sabuk Kamtibmas, Cegah Gangguan Sebelum Membesar
Dini Hari Disikat! Modus Pembeli Palsu Gasak Tas Pedagang Semarang

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 12:19 WIB

Saat Kota Lamongan Terlelap, Polsek Tikung Bergerak Senyap Cegah Kejahatan 4C

Senin, 4 Mei 2026 - 11:51 WIB

Polisi Turun ke Jalan, Patroli Polsek Tikung Diperketat, Warga Lamongan Diminta Siaga Jaga Keamanan

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:56 WIB

Respon Cepat 110 Polres Lamongan, Tiga Gangguan Kamtibmas Ditangani dalam Semalam

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:48 WIB

Patroli Obvit Polsek Tikung Perketat Pengamanan Malam, Cegah 4C di Titik Rawan

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:45 WIB

Polsek Tikung Sikat Titik Rawan di Lamongan, Patroli Objek Vital Digeber Cegah Kejahatan 4C

Berita Terbaru