LSM DRBI Desak Disdik Jabar Tindak Tegas Keberadaan ‘SMK Siluman’

Sabtu, 23 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Investigasi LSM Demokrasi Rakyat Bawa Indonesia (DRBI), Ahmad Masturi (kiri), bersama anggota tim saat memberikan keterangan terkait dugaan keberadaan “SMK siluman” di Jawa Barat. (Dok Foto Jayas)

Kabid Investigasi LSM Demokrasi Rakyat Bawa Indonesia (DRBI), Ahmad Masturi (kiri), bersama anggota tim saat memberikan keterangan terkait dugaan keberadaan “SMK siluman” di Jawa Barat. (Dok Foto Jayas)

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat Demokrasi Rakyat Bawa Indonesia (DRBI) menyoroti keberadaan sekolah menengah kejuruan swasta ilegal atau yang sering disebut “SMK siluman” di Jawa Barat. Keberadaan sekolah tanpa izin resmi tersebut dinilai merugikan siswa sekaligus berpotensi menyebabkan kebocoran keuangan negara.

Kabid Investigasi DRBI, Ahmad Masturi, menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah tegas untuk memberantas praktik pendidikan ilegal ini.

“SMKS siluman harus diberantas karena merugikan hak-hak siswa dan juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi keuangan negara,” kata Ahmad kepada wartawan di Indramayu, Sabtu (23/8).

Menurutnya, sekolah ilegal tidak memiliki standar mutu pendidikan yang jelas sehingga membuat masa depan siswa terancam. Bahkan, ia menilai keberadaan sekolah siluman bisa membuat generasi muda kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

“Sekolah seperti ini tidak bisa memberikan pendidikan yang benar. Kalau dibiarkan, justru membuat anak bangsa menjadi bodoh,” tegas Ahmad.

Lebih jauh, Ahmad meminta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mengevaluasi kinerja cabang dinas pendidikan di daerah serta para pengawas sekolah. Ia menduga lemahnya pengawasan membuka celah munculnya sekolah ilegal yang memanfaatkan kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan.

“Kami mendesak agar Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi kinerja kepala cabang dinas dan pengawas, supaya praktik semacam ini tidak lagi terjadi,” ujarnya.

Selain mendesak evaluasi internal, DRBI juga menekan pemerintah daerah agar tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap keberadaan sekolah fiktif. Ahmad menyebut langkah tegas harus diambil untuk menutup dan membubarkan sekolah-sekolah tersebut demi melindungi generasi muda.

“Kami meminta Gubernur Jawa Barat untuk segera menindak tegas SMKS siluman. Jangan dibiarkan berkembang biak karena dampaknya sangat buruk terhadap anak bangsa,” pungkas Ahmad.

Fenomena “SMK siluman” bukan hal baru di dunia pendidikan Indonesia. Beberapa tahun terakhir, muncul laporan adanya sekolah tanpa izin operasional yang tetap menerima siswa dan bahkan mengajukan bantuan operasional sekolah (BOS). Praktik semacam ini jelas merugikan negara sekaligus membahayakan kualitas pendidikan.

Dengan desakan ini, LSM DRBI berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat benar-benar serius menutup ruang bagi sekolah ilegal dan memastikan seluruh siswa mendapatkan hak pendidikan yang sesuai dengan standar.

Penulis : Jayas

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru