Lukisan Gus Dur Disimak Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama

Selasa, 13 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lia Istifhama mengunjungi pameran seni dan mengapresiasi karya seniman lokal di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (12/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Lia Istifhama mengunjungi pameran seni dan mengapresiasi karya seniman lokal di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (12/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI Lia Istifhama menyapa seniman lokal dan mengamati sejumlah karya seni yang dipamerkan di Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (12/10/2026). Kunjungan tersebut berlangsung di sela rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Lia, yang akrab disapa Ning Lia, melihat sejumlah lukisan bertema budaya, termasuk karya yang menampilkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.

Saat bertemu salah seorang seniman bernama Lely, Lia menyampaikan apresiasinya secara langsung.

“Keren banget, terus berkarya ya,” sapa Ning Lia kepada Lely.

Apresiasi tersebut sejalan dengan pandangan Lia bahwa karya seni bukan sekadar ekspresi kreativitas, melainkan juga bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, potensi para seniman perlu mendapat ruang agar terus berkembang dan dikenal lebih luas.

Bagi Lia, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Pengembangan kebudayaan, penghormatan terhadap keberagaman, serta kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi juga menjadi bagian penting dalam membangun Jawa Timur yang inklusif.

Pandangan tersebut turut berkaitan dengan nilai kemanusiaan yang melekat pada pemikiran Gus Dur. Lia menilai gagasan tersebut relevan dengan upaya membangun masyarakat yang menghormati perbedaan dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap warga.

“Pemikiran Gus Dur yang menempatkan kemanusiaan sebagai nilai penting dalam kehidupan berbangsa juga relevan dengan upaya membangun Jawa Timur yang inklusif. Sebab, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan dan infrastruktur, yakni kepedulian terhadap manusia, penghormatan terhadap keberagaman, serta kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk mengembangkan potensinya,” kata Lia.

Dalam konteks kebudayaan, apresiasi terhadap seniman lokal menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kreativitas masyarakat. Karya seni tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga menyimpan pesan, merekam identitas, dan mewariskan nilai budaya kepada generasi berikutnya.

Lia juga menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam pembangunan Jawa Timur. Menurutnya, pengembangan daerah perlu melibatkan beragam potensi, mulai dari sektor ekonomi, sosial, keagamaan, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat desa hingga seni dan budaya.

Ia turut mengapresiasi kolaborasi kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Sinergi kepemimpinan, menurut Lia, diperlukan untuk menyikapi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

“Kita melihat bagaimana pasangan pemimpin di Jawa Timur bekerja secara kolaboratif, inklusif, dan benar-benar menyikapi berbagai persoalan masyarakat secara menyeluruh,” katanya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Ultimatum 5×24 Jam untuk PT IIS Asian Agri Group, Aktivis Soroti HGU hingga CSR di Pelalawan
Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan, dari Pangan hingga Inovasi Pelayanan Publik
Khofifah Luncurkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Disabilitas Gratis Selamanya
Atap Gudang Padi Timpa Tiga Rumah, Puting Beliung Rusak Tiga Desa di Lamongan
Sidoarjo Incar Juara Umum Porprov 2027, Masa Depan Atlet Ikut Disiapkan
2.000 Lowongan Kerja Dibuka di Sidoarjo, Pencari Kerja Disabilitas Juga Punya Kesempatan
Masyarakat Hukum Adat Jember Didorong Segera Dapat Pengakuan Resmi
Khofifah Ingatkan Media, Teknologi Bisa Meniru Wajah dan Suara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:10

Ultimatum 5×24 Jam untuk PT IIS Asian Agri Group, Aktivis Soroti HGU hingga CSR di Pelalawan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:56

Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan, dari Pangan hingga Inovasi Pelayanan Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:47

Khofifah Luncurkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Disabilitas Gratis Selamanya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:56

Atap Gudang Padi Timpa Tiga Rumah, Puting Beliung Rusak Tiga Desa di Lamongan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:28

Sidoarjo Incar Juara Umum Porprov 2027, Masa Depan Atlet Ikut Disiapkan

Berita Terbaru