Lumajang Perkuat Ketangguhan Warga, Dua Yayasan Observasi Mitigasi Bencana di Sumberwuluh

Rabu, 4 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Megamind Project dan IIF melakukan observasi mitigasi bencana di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Senin (2/2/2026). Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id

Tim Megamind Project dan IIF melakukan observasi mitigasi bencana di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Senin (2/2/2026). Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id — Upaya penguatan ketangguhan masyarakat terhadap potensi bencana alam terus dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga. Yayasan Revolusi dan Bersinergi (Megamind Project) yang berbasis di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bersama Yayasan Indonesia Indah Foundation (IIF) melaksanakan observasi awal di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Senin (2/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal koordinasi sekaligus pengumpulan data primer untuk penyusunan program Benteng Mitigasi Bencana Alam. Desa Sumberwuluh dipilih karena memiliki karakteristik geografis rawan bencana serta riwayat kejadian yang menuntut penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

Tim gabungan tiba di desa dan disambut oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat. Dalam kegiatan observasi, tim melakukan pemetaan kerentanan wilayah, identifikasi jalur evakuasi, serta evaluasi kesiapan infrastruktur publik. Selain itu, dikumpulkan pula data sosial terkait pola komunikasi warga dalam situasi darurat.

Perwakilan Megamind Project menyatakan bahwa keterlibatan pihaknya bertujuan membangun sistem mitigasi yang komprehensif dan berorientasi pada kesiapsiagaan warga. Menurutnya, mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi harus disertai penguatan kapasitas manusia.

“Kami ingin membangun benteng sebelum bencana terjadi. Bukan hanya berupa infrastruktur, tetapi juga kesiapan mental, pengetahuan, dan budaya sadar bencana di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Yayasan Indonesia Indah Foundation menekankan pentingnya integrasi kearifan lokal dengan pendekatan mitigasi modern. Pendekatan tersebut dinilai mampu mendorong partisipasi warga sekaligus memastikan keberlanjutan program. Sinkronisasi data lapangan dengan standar program lingkungan dan kemanusiaan juga dilakukan sebagai dasar penyusunan rencana aksi jangka menengah.

Kepala Desa Sumberwuluh mengapresiasi kegiatan observasi tersebut. Ia menilai langkah awal ini penting untuk membantu desa memetakan risiko secara lebih akurat dan terarah. “Kolaborasi ini sangat membantu desa dalam menyiapkan langkah mitigasi berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat,” katanya.

Salah satu warga, Ahmad Zaini, mengaku optimistis dengan rencana program tersebut. “Kami merasa lebih siap karena desa mulai dipersiapkan sejak dini. Harapannya, saat bencana terjadi, warga sudah tahu harus berbuat apa,” tuturnya.

Data hasil observasi akan diolah menjadi kerangka kerja program Benteng Mitigasi, yang direncanakan mencakup pelatihan simulasi kebencanaan, penghijauan lahan kritis, serta edukasi berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru