Magang Nasional Batch I Segera Ditutup, Peserta Wajib Tuntaskan Tahap Akhir agar Sertifikat dan Uang Saku Cair

- Redaksi

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker) Batch I memasuki fase penutupan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan seluruh peserta, operator perusahaan, dan mentor agar segera menuntaskan tahapan akhir karena berpengaruh langsung pada penerbitan sertifikat serta pencairan uang saku peserta.

Batch 1A dijadwalkan berakhir pada 19 April 2026, sedangkan Batch 1B ditutup pada 23 April 2026. Setelah enam bulan berjalan di berbagai perusahaan mitra, tahap terakhir ini menjadi penentu apakah hak peserta dapat diproses tanpa hambatan atau justru tertunda akibat kelengkapan administrasi yang belum selesai.

Bagi ribuan peserta, persoalan ini bukan sekadar formalitas. Sertifikat magang dibutuhkan sebagai bukti pengalaman kerja saat melamar pekerjaan, sementara uang saku menjadi hak yang dinanti peserta setelah menjalani program selama berbulan-bulan.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan pengalaman magang harus menjadi modal nyata untuk masuk ke pasar kerja. Menurutnya, peserta kini memiliki bekal lebih kuat dibanding sebelum mengikuti program.

“Pengalaman selama enam bulan ini menjadi modal penting bagi peserta untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja. Peserta kini lebih siap kerja,” ujar Darmawansyah dalam Final Briefing Magang Nasional Batch I yang digelar virtual, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, program magang tidak hanya memberi pengalaman langsung di dunia industri, tetapi juga memperkuat kemampuan teknis dan nonteknis. Keterampilan seperti komunikasi, kerja sama tim, disiplin, dan adaptasi kerja dinilai menjadi nilai tambah yang dicari perusahaan.

Karena itu, peserta diminta tidak menyia-nyiakan hasil program. Pengalaman selama magang perlu dituangkan dalam CV, portofolio, maupun profil profesional agar lebih mudah dibaca perekrut kerja.

Sementara itu, Kepala Barenbang Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menjelaskan peserta wajib menyelesaikan presensi terakhir, laporan bulanan, dan kuesioner sebagai syarat pencairan uang saku. Kelengkapan data tersebut dibutuhkan agar proses penutupan program berjalan tertib dan transparan.

Di sisi lain, operator perusahaan mendapat tenggat 19–22 April 2026 untuk menyiapkan sertifikat melalui sistem maganghub.kemnaker.go.id. Mereka juga wajib melengkapi logo perusahaan, nama peserta, tanda tangan elektronik direksi, hingga laporan penempatan kerja atau rekrutmen bila ada.

Mentor perusahaan juga memegang peran penting. Mereka harus menyetujui presensi dan laporan peserta, memberikan penilaian akhir, mengisi kuesioner, serta mengajukan pencairan uang saku setelah seluruh tahapan selesai.

Bagi publik, keberhasilan tahap akhir ini penting karena menunjukkan program pemerintah tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berujung pada manfaat nyata berupa pengakuan kompetensi dan peluang kerja. Jika proses berjalan lancar, lulusan magang dapat lebih cepat terserap ke dunia usaha.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah juga menyiapkan pelatihan daring dan sertifikasi kompetensi bagi peserta. Langkah ini diharapkan memperbesar peluang mereka memperoleh sertifikat resmi yang semakin dibutuhkan dalam persaingan kerja saat ini.

Program Magang Nasional Batch I sendiri dijadwalkan resmi ditutup pada 24 April 2026. “Kami berharap seluruh pihak menyelesaikan tanggung jawab masing-masing tepat waktu agar peserta menerima manfaat program secara penuh,” kata Anwar Sanusi.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru