Masjid Al Akbar Panen Ratusan Melon dan Tebar Ribuan Ikan, Khofifah: Bisa Ditiru Daerah

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanen melon hasil urban farming dan meresmikan Al-Akbar FishTech di Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa (16/6/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanen melon hasil urban farming dan meresmikan Al-Akbar FishTech di Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa (16/6/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Al-Akbar FishTech sekaligus memanen ratusan buah melon hasil urban farming di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Selasa (16/6/2026). Program berbasis teknologi tersebut dikembangkan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui lingkungan masjid.

Peresmian ditandai dengan penebaran ribuan benih ikan di enam kolam budidaya yang berada di area masjid. Dalam kegiatan itu, Khofifah didampingi Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sebanyak 2.000 benih ikan lele, 1.000 benih ikan patin, dan 1.200 benih ikan nila merah ditebar ke dalam kolam budidaya Al-Akbar FishTech. Program tersebut mengadopsi teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS), yakni sistem budidaya ikan air tawar yang memungkinkan penggunaan air lebih efisien dan ramah lingkungan.

Menurut Khofifah, keberadaan Al-Akbar FishTech menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“Ini adalah salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Sekarang kita masuk ke sektor perikanan berbasis teknologi IoT. Yang berbasis kolam langsung sudah cukup lama berjalan, dan kini dikembangkan menggunakan teknologi untuk beberapa jenis ikan,” kata Khofifah.

Ia menjelaskan, sistem tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke Masjid Al Akbar Surabaya. Pengunjung dapat melihat secara langsung proses budidaya ikan modern yang diterapkan di kawasan masjid.

Menurutnya, model pengembangan seperti ini berpotensi direplikasi oleh masjid-masjid lain di berbagai daerah. Selain mendukung ketahanan pangan, konsep tersebut juga menjadi solusi atas keterbatasan lahan yang banyak dihadapi kawasan perkotaan.

“Ini bisa dijadikan referensi di daerah masing-masing. Kalau bicara ketahanan pangan tidak harus selalu dalam skala lahan yang sangat luas. Di area yang tersedia ternyata tetap bisa dilakukan dan menghasilkan manfaat,” ujarnya.

Selain meresmikan Al-Akbar FishTech, Khofifah juga melakukan panen melon yang dibudidayakan di Smart Green House Masjid Al Akbar Surabaya. Total ratusan buah melon berhasil dipanen dari lima varietas berbeda yang selama ini dikembangkan menggunakan teknologi berbasis Internet of Things (IoT).

Varietas yang dipanen meliputi Dalmatian sebanyak 163 buah, Inthanon RZ sebanyak 158 buah, Sweet Hami sebanyak 93 buah, Alisha F1 sebanyak 109 buah, dan Leoni sebanyak 23 buah. Hasil panen tersebut menjadi salah satu bukti keberhasilan pengembangan urban farming di kawasan masjid.

Berbeda dengan budidaya konvensional, green house tersebut telah dilengkapi sistem IoT yang memungkinkan seluruh proses budidaya dipantau secara real time. Teknologi itu membantu petani mengontrol berbagai kebutuhan tanaman secara otomatis sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen dapat ditingkatkan.

Melalui sistem tersebut, suhu ruangan dapat diatur secara otomatis melalui kipas dan exhaust fan. Selain itu, kelembaban udara, intensitas cahaya, temperatur, hingga kebutuhan nutrisi tanaman dapat dipantau dan dikendalikan melalui perangkat digital.

Sistem otomatis juga digunakan untuk mengatur tingkat keasaman atau pH tanaman melalui metode auto dosing. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi sekaligus mengurangi potensi kesalahan manusia dalam proses budidaya.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali melakukan panen melon. Masing-masing varietas memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari warna, bentuk maupun tekstur buahnya,” tutur Khofifah.

Ia menjelaskan varietas Inthanon RZ memiliki warna kuning dengan bentuk bulat dan tekstur berjaring. Sementara Dalmatian berwarna putih dengan bintik hijau, Sweet Hami berwarna hijau berbentuk lonjong, sedangkan Alisha F1 memiliki warna kuning dengan bentuk sedikit memanjang.

Menurut Khofifah, seluruh varietas yang dibudidayakan memiliki kualitas yang baik dengan rasa manis, tekstur renyah, serta aroma khas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian mampu menghasilkan produk berkualitas meski dilakukan di kawasan perkotaan dengan lahan terbatas.

Pengembangan urban farming di Masjid Al Akbar Surabaya sendiri bukan program baru. Selama beberapa tahun terakhir, berbagai lahan yang tersedia di area masjid telah dioptimalkan untuk mendukung produksi pangan skala komunitas.

Selain melon, kawasan tersebut juga menghasilkan berbagai jenis sayuran, tanaman herbal, serta empon-empon yang dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan kemandirian pangan berbasis komunitas sekaligus meningkatkan nilai kemanfaatan aset publik.

“Kita terus berikhtiar memaksimalkan seluruh lahan yang ada. Untuk sektor agro ini sudah cukup lama berjalan dan beberapa kali berhasil melakukan panen melon. Selain itu ada sayur-sayuran dan berbagai tanaman herbal yang terus dikembangkan,” jelasnya.

Pengembangan Al-Akbar FishTech dan Smart Green House menjadi contoh bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dengan aktivitas sosial dan keagamaan. Di tengah tantangan kebutuhan pangan perkotaan, model seperti ini dinilai mampu membuka ruang partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat komunitas.

Khofifah berharap inovasi yang lahir dari lingkungan Masjid Al Akbar Surabaya dapat menginspirasi masjid-masjid lain di Indonesia untuk mengembangkan program serupa yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Semoga Al-Akbar FishTech dan urban farming ini terus berkembang dan menjadi inspirasi. Karena sesungguhnya masjid memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat kemajuan dan kemakmuran umat,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Berita Terbaru