May Day 2026 Menggema, Buruh ECCO Santuni Anak Yatim dan Gugat Outsourcing

Jumat, 1 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serikat Pekerja Nasional PT ECCO Indonesia menyerahkan santunan kepada 105 anak yatim dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Alun-alun Sidoarjo, Jumat, 1 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Serikat Pekerja Nasional PT ECCO Indonesia menyerahkan santunan kepada 105 anak yatim dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Alun-alun Sidoarjo, Jumat, 1 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 diwarnai aksi berbeda dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT ECCO Indonesia. Tidak hanya turun menyuarakan tuntutan kebijakan ketenagakerjaan, SPN juga menggelar santunan bagi 105 anak yatim piatu di Alun-alun Sidoarjo, Jumat (1/5/2026).

Aksi sosial ini menjadi pesan bahwa perjuangan buruh bukan hanya soal upah dan hak kerja, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Ketua SPN PT ECCO Indonesia, Eko Purwantoro, mengatakan santunan tersebut menjadi bagian dari makna May Day yang lebih luas, yakni perjuangan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ada sekitar 105 anak yatim piatu yang menerima santunan dari SPN. Ini bentuk kepedulian buruh kepada masyarakat. May Day bukan sekadar peringatan, tapi hari perjuangan,” ujar Eko.

Selain kegiatan sosial, SPN PT ECCO Indonesia juga menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Pahlawan Surabaya dan bergabung dalam aksi nasional di Jakarta. Fokus utama mereka adalah mendorong perubahan kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai masih membebani pekerja.

SPN mendesak pemerintah pusat untuk menghapus sistem outsourcing yang dianggap merugikan buruh karena minim kepastian kerja dan perlindungan jangka panjang.

Mereka juga meminta percepatan pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023, sebagai langkah memperjelas perlindungan hukum bagi pekerja.

Selain itu, SPN menuntut penghapusan pajak penghasilan atas gaji, THR, pesangon, dan Jaminan Hari Tua (JHT) yang dinilai mengurangi daya beli buruh di tengah tekanan ekonomi.

Di tingkat daerah, SPN juga mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah kuota afirmasi bagi anak buruh dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK tahun 2026 serta menghapus syarat bantuan sosial yang dinilai menyulitkan.

“May Day adalah suara buruh, dan suara itu tidak akan pernah diam. Kami ingin kebijakan yang lebih adil untuk pekerja dan keluarganya,” pungkas Eko.

Penulis : Rino

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru