MBG di Majalengka, Bupati Dorong Transparansi Publik

Selasa, 6 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, RadarBangsa.co.id – Bupati Majalengka H. Eman Suherman menegaskan pentingnya keterbukaan dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak menyimpang dari tujuan awalnya, yakni pemenuhan hak gizi anak. Ia bahkan mendorong keterlibatan langsung siswa sebagai bagian dari pengawasan publik.

Eman menyatakan tidak mempermasalahkan apabila siswa memotret makanan yang mereka terima lalu mengunggahnya ke media sosial, terutama jika porsi maupun kualitasnya dinilai tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, transparansi semacam itu justru menjadi kontrol sosial yang efektif.

“Kalau seharusnya nilainya Rp10 ribu tapi dikurangi, anak-anak foto saja. Ramaikan,” kata Eman,
Ia menilai pengawasan Program MBG tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah daerah atau penyelenggara dapur. Partisipasi publik, termasuk dari penerima manfaat, diperlukan agar program strategis nasional tersebut berjalan sesuai indeks kualitas dan tidak melenceng di lapangan.

Eman mengingatkan agar MBG tidak diperlakukan sebagai ladang bisnis semata. Ia menyoroti potensi praktik yang terlalu berorientasi pada keuntungan, yang berisiko menurunkan mutu makanan dan mengorbankan hak anak-anak.

“Jangan sampai sudah diberi porsi luar biasa, biaya sewa sekian, tapi masih mengejar keuntungan berlebihan. Program ini harus kembali ke anak-anak,” ujarnya.

Menurut Eman, pengelola MBG sejatinya telah memiliki ruang keuntungan yang wajar. Karena itu, tidak ada alasan untuk mengurangi porsi, kualitas bahan pangan, ataupun nilai gizi makanan yang disajikan kepada siswa.

Ia menegaskan, manipulasi dalam bentuk apa pun—baik pengurangan porsi maupun kualitas—merupakan pelanggaran terhadap hak dasar anak. “Anak-anak kita jangan dikorbankan. Hak mereka jangan dikebiri,” tegasnya.

Meski demikian, Eman mengakui pelaksanaan MBG masih menghadapi tantangan teknis dan manajerial. Ia berharap pada 2026 mendatang, tata kelola program ini semakin matang dan dijalankan dengan tanggung jawab yang lebih kuat oleh para mitra pelaksana.

“MBG ini mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik. Harapannya dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Penulis : Eko Widiantoro

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru