Menaker Soroti Ancaman AI, Lulusan Kampus Wajib Kuasai Triple Readiness

Minggu, 26 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli saat orasi ilmiah wisuda di Jakarta, Sabtu (25/4/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli saat orasi ilmiah wisuda di Jakarta, Sabtu (25/4/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengingatkan bahwa ijazah tidak lagi cukup untuk bersaing di dunia kerja. Di tengah gelombang disrupsi Artificial Intelligence (AI), lulusan perguruan tinggi diminta segera beradaptasi dengan strategi “Triple Readiness” atau tiga kesiapan utama.

Pernyataan ini disampaikan dalam orasi ilmiah pada wisuda Universitas Paramadina, Sabtu (25/4/2026). Pemerintah menilai, perubahan lanskap kerja kini berlangsung cepat dan berdampak langsung pada peluang kerja generasi muda.

Data yang dipaparkan menunjukkan realitas yang tidak bisa diabaikan. Sekitar 80 persen jenis pekerjaan saat ini tidak ada dua dekade lalu. Bahkan, separuh pekerjaan diprediksi hilang atau berubah dalam 10 tahun ke depan akibat otomatisasi dan AI.

Masalah utamanya, Indonesia masih tertinggal dalam kesiapan keterampilan. Tingkat penguasaan skill digital tenaga kerja baru mencapai 27 persen, jauh di bawah standar global yang berada di kisaran 60–70 persen.

“Tantangan terbesar kita adalah digital skill gap. Ini harus segera dikejar jika tidak ingin tertinggal,” tegas Yassierli.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mendorong konsep Triple Readiness sebagai strategi menghadapi pasar kerja baru. Pertama, Technical Skills Readiness, yakni penguasaan keterampilan teknis seperti digital lanjutan dan pekerjaan berbasis ekonomi hijau.

Menurut Menaker, kemampuan dasar seperti penggunaan media sosial tidak cukup. Industri kini membutuhkan keahlian yang spesifik dan aplikatif, termasuk penguasaan teknologi berbasis AI.

Kedua, Human Skills Readiness. Di tengah dominasi teknologi, kemampuan manusia tetap menjadi faktor pembeda. Keterampilan seperti berpikir kritis, empati, kepemimpinan, dan kreativitas dinilai tidak tergantikan oleh mesin.

“AI tidak bisa bekerja optimal tanpa manusia. Human skills menentukan arah dan etika penggunaannya,” ujarnya.

Ketiga, Market Entry Readiness, yaitu kesiapan masuk dunia kerja. Lulusan didorong memiliki portofolio, pengalaman magang, serta sertifikasi kompetensi agar lebih siap bersaing di pasar global.

Survei juga menunjukkan hampir 70 persen perusahaan di Indonesia enggan merekrut kandidat tanpa pemahaman dasar AI. Bahkan, permintaan tenaga kerja dengan kemampuan AI di Asia Tenggara meningkat hingga 2,4 kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Kondisi ini berdampak langsung pada lulusan baru. Tanpa kesiapan yang memadai, risiko pengangguran terdidik berpotensi meningkat. Karena itu, pendekatan pendidikan berbasis kebutuhan industri menjadi semakin mendesak.

Sebagai solusi, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia terus memperluas akses pelatihan vokasi. Sebanyak 44 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) disiapkan untuk mendukung program reskilling dan upskilling tenaga kerja.

Program ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi.

Menutup orasinya, Menaker menegaskan pentingnya pola pikir berkembang dalam menghadapi masa depan kerja yang dinamis.

“Jangan puas dengan ijazah. Jadilah pembelajar sepanjang hayat yang siap menghadapi perubahan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun
Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Lindungi Masyarakat dari Sengketa dan Mafia Tanah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru