BANDUNG, RadarBangsa.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan program magang nasional atau MagangHub menjadi salah satu strategi pemerintah mempercepat penyerapan tenaga kerja, terutama bagi lulusan baru perguruan tinggi. Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja di industri, tetapi juga berpeluang direkrut langsung oleh perusahaan tempat mereka magang.
Hal tersebut disampaikan Menaker saat meninjau pelaksanaan program magang di PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/3/2026).
Menurut Yassierli, masa magang selama enam bulan memberi kesempatan bagi perusahaan untuk menilai kemampuan peserta secara langsung. Jika dinilai memenuhi kebutuhan dan memiliki kinerja baik, perusahaan cenderung mempertimbangkan untuk merekrut peserta tersebut sebagai karyawan tetap.
“Bagi perusahaan, mencari kandidat yang tepat tidak mudah. Ketika peserta sudah menjalani magang enam bulan dan memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan, tentu lebih efisien merekrut mereka dibanding mencari kandidat baru yang belum dikenal,” kata Yassierli.
Ia menjelaskan, program magang memberikan keuntungan bagi dua pihak sekaligus. Bagi peserta, magang memberikan pengalaman kerja nyata di industri, sertifikat, uang saku, hingga kesempatan membangun jaringan profesional.
Sementara bagi perusahaan, program ini membantu mereka menjaring calon tenaga kerja potensial dengan risiko yang lebih kecil. Pemerintah juga memberikan dukungan berupa pembayaran uang saku bagi peserta magang.
Menaker menilai pelaksanaan magang di perusahaan strategis seperti PT Dirgantara Indonesia memberikan nilai tambah bagi peserta. Dalam peninjauan tersebut, ia mendapati sebagian peserta bahkan telah terlibat langsung dalam proses final assembly pesawat.
“Ini menunjukkan bahwa program magang benar-benar memberikan pengalaman nyata bagi fresh graduate untuk memahami proses kerja di industri. Harapannya, setelah selesai magang mereka sudah siap masuk dunia kerja,” ujarnya.
Yassierli juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ia menilai masa magang merupakan momentum penting bagi lulusan baru untuk menunjukkan kompetensi, etos kerja, dan dedikasi mereka di lingkungan industri.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Tunjukkan kemampuan terbaik, sehingga setelah enam bulan Anda benar-benar siap memasuki dunia kerja,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia Dena Herdiana menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menaker sekaligus dukungan pemerintah terhadap program magang di industri strategis nasional.
Menurut Dena, sepanjang 2025 PTDI menerima 134 peserta magang yang terdiri dari 86 pria dan 48 perempuan dari berbagai latar belakang pendidikan dan keahlian.
Ia menjelaskan, para peserta tidak hanya dilibatkan dalam aktivitas kerja, tetapi juga didorong untuk mengembangkan kompetensi teknis, wawasan industri, serta karakter profesional yang dibutuhkan di dunia kerja modern.
“Kami percaya sinergi antara dunia industri dan pemerintah merupakan kunci menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Dena.
Sementara itu, salah satu peserta magang di PTDI, Farhan, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama tiga bulan mengikuti program tersebut. Ia ditempatkan di bagian maintenance facility dan terlibat dalam berbagai kegiatan operasional perusahaan.
“Selama magang saya ikut dalam pekerjaan perawatan fasilitas perusahaan, baik di lapangan maupun mengerjakan dokumen pekerjaan di kantor. Banyak hal baru yang saya pelajari, sehingga program ini sangat bermanfaat,” kata Farhan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar