SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Lia Istifhama kian menegaskan posisinya sebagai salah satu senator muda yang diperhitungkan di tingkat nasional. Di tengah dinamika politik yang sarat polarisasi, ia hadir dengan pendekatan berbeda: membangun kekuatan dari akar rumput, sekaligus merawat jejaring nasional untuk memastikan aspirasi daerah tidak terputus di meja kebijakan.
Figur Lia dikenal publik lewat sikap terbuka dan komunikasi yang mudah diterima berbagai kalangan. Namun, di balik gaya yang ramah itu, ia membawa prinsip yang konsisten tentang integritas dan keberpihakan pada kepentingan publik. Bagi Lia, jabatan bukan sekadar status, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan keteguhan sikap.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal paling mahal dalam politik. Sekali itu hilang, semua jabatan tidak lagi berarti,” ujar Lia Istifhama dalam salah satu pertemuan dengan konstituen di Surabaya.
Kedekatannya dengan masyarakat tidak dibangun secara instan. Ia aktif hadir di ruang-ruang dialog warga, mendengar persoalan langsung, dan menjadikannya bahan perjuangan di tingkat kebijakan. Pola kerja ini membuat jaringan grassroot Lia tumbuh organik dan solid, sekaligus menjadi fondasi legitimasi moral sebagai wakil rakyat.
Menurut Lia, politik seharusnya menjadi alat untuk menjembatani kebutuhan rakyat dengan sistem negara. “Saya percaya politik harus dijalankan dengan hati. Tugas senator adalah memastikan suara yang kecil tidak tenggelam oleh kepentingan besar,” katanya.
Selain kuat di basis akar rumput, Lia juga memiliki jaringan nasional yang luas. Relasi lintas sektor dan wilayah itu dimanfaatkan untuk mengangkat isu-isu daerah agar mendapat perhatian serius di tingkat pusat. Ia menilai, keberhasilan seorang senator diukur dari kemampuannya menghubungkan kepentingan lokal dengan kebijakan nasional secara berimbang.
Di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap politik, kehadiran Lia membawa narasi alternatif tentang kepemimpinan muda yang etis dan membumi. Ia menekankan pentingnya menjaga moralitas politik agar demokrasi tetap relevan bagi generasi berikutnya.
“Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus terlibat, dengan cara yang jujur dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Dengan kekuatan grassroot yang terawat, jaringan nasional yang strategis, serta konsistensi pada nilai, Lia Istifhama menunjukkan bahwa politik masih memiliki ruang untuk dijalankan secara bersih dan berorientasi pada masa depan bangsa.








