SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Program Misi Dagang 2025 kembali menjadi sorotan setelah mencatat transaksi Rp4,45 triliun. Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai capaian tersebut menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat penggerak ekonomi nasional yang paling dinamis. Ia menyebut inisiatif yang digagas Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu sebagai langkah strategis yang mampu menyatukan potensi antardaerah sekaligus membuka jalan bagi ekspansi pasar internasional.
Menurutnya, kekuatan utama misi dagang terletak pada konsistensinya menghadirkan ruang temu para pelaku usaha lintas sektor. “Ketika daerah menghadirkan ekosistem perdagangan yang terbuka dan kompetitif, maka aliran transaksi otomatis bergerak. Itu yang sudah dibuktikan Jawa Timur,” ujar Lia.
Ia menambahkan, nilai transaksi yang nyaris selalu menembus triliunan rupiah mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kualitas produk Jawa Timur. Tidak hanya itu, model kolaboratif yang diterapkan membuat produk unggulan dari daerah mitra turut terangkat. “Ini bukan sekadar promosi sepihak. Ada pertukaran nilai yang saling menguntungkan,” ucapnya.
Lia juga menyoroti langkah Pemprov Jatim yang memperluas jejaring hingga level internasional melalui Letter of Intent dengan pelaku usaha Malaysia. Menurutnya, terobosan tersebut membuka koridor baru ekspor yang sangat dibutuhkan para UMKM. “Banyak produk lokal yang sebenarnya punya daya saing global, hanya kurang akses. Misi dagang menjembatani itu,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa misi dagang merupakan bukti kuat bahwa daerah mampu mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ekonomi nasional. “Jawa Timur memiliki spirit yang jelas: tumbuh bersama dan mendorong Indonesia maju,” kata peraih DetikJatim Award 2025 itu.
Lia berharap program ini terus diperluas dan diperkuat. “Jika konsistensi terjaga, saya optimistis Jawa Timur dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memberi dampak nyata bagi seluruh Indonesia,” tutupnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar