WONOGIRI, RadarBangsa.co.id — Semangat juang dan dedikasi tinggi kembali diperlihatkan oleh para atlet muda MTs Negeri Kota Probolinggo. Dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Se-Jawa Bali Raden Mas Said VI Championship 2025 yang berlangsung di GOR Giri Mandala, Wonogiri, pada 7–9 November 2025, tim pencak silat madrasah ini sukses mengharumkan nama sekolah dengan menyabet gelar Juara Umum III.
Raihan tersebut bukan hasil yang datang tiba-tiba. Tim ini berhasil mengumpulkan total 24 medali, terdiri dari 6 emas, 5 perak, dan 13 perunggu, setelah melalui serangkaian pertandingan ketat melawan ribuan pesilat muda dari berbagai daerah di Jawa dan Bali. Ajang ini menjadi wadah adu keterampilan sekaligus arena pembuktian kualitas pembinaan atlet di lembaga pendidikan berbasis madrasah.
Kejuaraan Raden Mas Said VI Championship 2025 sendiri dikenal sebagai salah satu kompetisi pencak silat tingkat regional terbesar, yang setiap tahunnya menarik minat ribuan peserta dari berbagai perguruan silat ternama. Atmosfer pertandingan yang kompetitif memacu para pesilat untuk tampil maksimal dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan keindahan gerak khas bela diri tradisional Indonesia.
Menariknya, dalam kejuaraan ini tim MTs Negeri Kota Probolinggo berkolaborasi dengan Perguruan Pencak Silat Garuda Sakti Wonogiri. Kerja sama tersebut membuahkan hasil gemilang dengan torehan 12 medali emas, 10 perak, dan 16 perunggu, yang sekaligus mengantarkan tim gabungan ini ke posisi Juara Umum III secara keseluruhan.
Kebanggaan tim semakin bertambah setelah salah satu atletnya, Chantal Marisa, dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri Pra Remaja. Gelar ini menjadi bukti nyata bahwa para pesilat muda madrasah memiliki kemampuan teknik, mental, dan daya juang yang luar biasa.
Kepala MTs Negeri Kota Probolinggo, Abd. Manaf Syam, S.Pd.I, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian luar biasa tersebut. Ia menilai, keberhasilan tim bukan sekadar perolehan medali, melainkan wujud nyata dari semangat belajar, disiplin, serta pembentukan karakter yang menjadi ciri khas madrasah.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan kekompakan seluruh tim dari atlet, pelatih, hingga dukungan guru dan orang tua. Ini bukan hanya kemenangan dalam olahraga, tetapi juga kemenangan dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan pantang menyerah,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih tim Endhofari, S.Sos, menuturkan, capaian tersebut menjadi batu loncatan penting untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan strategi ke depan. Ia mengakui bahwa para atlet menunjukkan perkembangan signifikan dalam teknik dan mental bertanding.
“Anak-anak tampil luar biasa. Mereka tidak hanya berjuang untuk menang, tapi juga belajar menghargai proses. Kami akan terus melakukan pembinaan intensif agar prestasi ini bisa berlanjut ke tingkat nasional,” katanya.
Keberhasilan ini memperkuat posisi MTs Negeri Kota Probolinggo sebagai salah satu madrasah yang konsisten membina potensi siswa di berbagai bidang, termasuk olahraga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Dengan dukungan pembinaan berkelanjutan, madrasah ini berharap dapat melahirkan lebih banyak pesilat muda berprestasi yang mampu membawa nama daerah dan Indonesia ke kancah yang lebih luas.
Penulis : Nanang
Editor : Zainul Arifin


















Komentar