Ngawi Perkuat Akurasi Data untuk Sistem Peringatan Hama Nasional

- Redaksi

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Tanaman Pangan Ngawi menghadiri forum FGS Si-Fortuna 2025 di Yogyakarta. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Bidang Tanaman Pangan Ngawi menghadiri forum FGS Si-Fortuna 2025 di Yogyakarta. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

NGAWI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah tengah memperkuat sistem peringatan dini serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) melalui pembaruan Aplikasi Si-Fortuna 2025, sebuah platform digital yang dirancang untuk meningkatkan prediksi dan respons terhadap potensi serangan hama di sektor pertanian. Kabupaten Ngawi menjadi salah satu daerah yang dilibatkan secara langsung dalam proses pengembangan sistem tersebut.

Keterlibatan Ngawi diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Muh. Hasan Zunairi, S.P., M.M., dalam forum Focus Group Solution (FGS) Si-Fortuna yang berlangsung di Yogyakarta. Forum yang diprakarsai Kementerian Pertanian tersebut bertujuan meninjau kembali kebutuhan data lapangan, kecepatan pelaporan, serta kemampuan analisis yang menjadi dasar penyusunan sistem peringatan dini yang lebih akurat.

Muh. Hasan menjelaskan bahwa kontribusi daerah menjadi unsur penting dalam peningkatan kualitas sistem. “Petugas lapangan memegang peran strategis. Mereka yang pertama melihat tanda-tanda ancaman hama, sehingga kesalahan data sekecil apa pun bisa berdampak pada langkah mitigasi,” ujarnya, Selasa 9 Desember. Ia juga menegaskan bahwa Ngawi telah memperkuat mekanisme verifikasi data dari tingkat desa agar laporan yang disampaikan lebih valid dan bisa langsung ditindaklanjuti.

Selain itu, ia menilai bahwa pembaruan aplikasi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia di daerah. Menurutnya, banyak petugas lapangan yang membutuhkan pelatihan lanjutan, terutama dalam membaca pola penyebaran OPT berbasis data digital. “Kalau petugas semakin terampil, respons terhadap ancaman hama bisa lebih cepat dan tepat,” imbuhnya.

Perwakilan Kementan dalam forum tersebut menekankan bahwa integrasi data dari kabupaten menjadi fokus utama pembaruan Si-Fortuna 2025. Dengan alur pelaporan yang lebih konsisten, pemerintah berharap dapat merumuskan peta risiko hama secara nasional yang lebih tajam dan adaptif terhadap perubahan iklim.

FGS kemudian ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama untuk meningkatkan penggunaan Si-Fortuna serta menjamin ketepatan laporan OPT dari seluruh daerah. Penyempurnaan sistem ini diharapkan memberi perlindungan lebih kuat bagi petani, termasuk di Ngawi, sehingga hasil panen tetap stabil meski ancaman hama terus berkembang.

Lainnya:

Penulis : En

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru