Progres Baru 10 Persen, Proyek Akses Jalan TPST Dadapan Rp1,6 Miliar Terancam Molor

Selasa, 9 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi C DPRD Lamongan saat meninjau proyek jalan akses TPST Dadapan yang dinilai berjalan lambat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Komisi C DPRD Lamongan saat meninjau proyek jalan akses TPST Dadapan yang dinilai berjalan lambat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id  – Komisi C DPRD Lamongan kembali turun langsung ke lapangan setelah menerima laporan lambannya sejumlah proyek infrastruktur yang dibiayai APBD. Sidak mendadak ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kontrak dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

 

Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah proyek pembangunan akses jalan menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan di Kecamatan Solokuro. Jalan sepanjang 670 meter dengan anggaran Rp1,6 miliar dari PAK dan APBD itu dinilai jauh dari target penyelesaian.

 

Anggota Komisi C DPRD Lamongan, Rahardian Firmansyah, mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan progres proyek baru menyentuh sekitar 10 persen. “Hasil sidak kemarin menunjukkan pekerjaan masih sangat jauh dari timeline yang seharusnya,” ujarnya, Selasa (9/12/2025). Ia mengingatkan bahwa penyelesaian ideal jatuh pada 25 Desember, sementara batas akhir maksimal tetap 30 Desember.

 

Menurut Rahardian, keterlambatan yang signifikan ini menimbulkan kekhawatiran proyek tidak akan selesai tepat waktu. “Kalau melihat progresnya, ya kita tidak tahu apakah bisa dikejar atau tidak. Saya bukan teknis, tapi gambaran di lapangan belum meyakinkan,” tambahnya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa Komisi C akan kembali melakukan sidak mendadak dengan melibatkan tenaga ahli untuk memastikan penilaian progres lebih objektif. “Kami perlu membawa tim teknis untuk memastikan angka progresnya benar, karena yang tampak kemarin masih samar,” tegasnya.

 

Komisi C menilai proyek ini vital karena akses tersebut menjadi jalur utama operasional TPST Dadapan. Lambannya penyelesaian dikhawatirkan berdampak pada layanan pengelolaan sampah di Kabupaten Lamongan.

 

“Pembangunan akses jalan ini sangat menentukan kelancaran operasional TPST Dadapan. Karena itu pengawasan harus diperketat,” pungkas Rahardian.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru