PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menormalisasi sejumlah sungai di wilayah yang dinilai berpotensi mengalami banjir sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Pekerjaan tersebut dilakukan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) di sejumlah wilayah kecamatan.
Salah satu titik normalisasi berada di Desa Toyaning dan Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, serta Desa Kedawungkulon dan Kedawung Wetan, Kecamatan Grati. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan CV Gatra Ideal dan hingga Rabu (7/10/2026) disebut berjalan tanpa kendala berarti.
Perwakilan CV Gatra Ideal, Iqbal, mengatakan pekerjaan di lapangan terus dikebut agar penanganan selesai sebelum curah hujan meningkat.
“Kami upayakan agar penanganan dapat segera tuntas sebelum curah hujan meningkat,” kata Iqbal di sela-sela mengawasi proyek, Rabu (7/10/2026). Ia menargetkan normalisasi di lokasi tersebut dapat rampung pada pertengahan Oktober.
Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air Dinas SDABMBK Kabupaten Pasuruan Bensu Roa Priyadi menyebut sejumlah paket pekerjaan normalisasi saat ini dikerjakan secara serentak. Wilayah yang menjadi sasaran antara lain Rejoso, Kraton, Winongan, dan Grati.
“Sesuai instruksi Bupati, daerah yang selama ini berpotensi dan rawan banjir harus menjadi prioritas penanganan normalisasi,” imbuh Bensu.
Menurut Bensu, normalisasi diperlukan untuk menjaga kelancaran aliran air. Sungai yang mengalami pendangkalan maupun terhambat material dapat berkurang kemampuannya dalam menampung dan mengalirkan debit air ketika hujan turun.
Karena itu, penanganan dilakukan lebih awal agar kondisi sungai lebih siap menghadapi peningkatan debit air. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi potensi genangan di kawasan yang memiliki kerawanan banjir.
“Normalisasi juga menjadi upaya pemerintah dalam mengantisipasi genangan di kawasan yang memiliki potensi banjir,” jelasnya.
Bensu menambahkan, penanganan normalisasi disesuaikan dengan kondisi setiap sungai dan tingkat kerawanannya. Dengan pengerjaan tersebut, pemerintah berharap kapasitas aliran sungai dapat kembali lebih optimal saat hujan terjadi.
“Setelah normalisasi, kami berharap aliran air dapat berjalan lebih lancar sehingga sungai mampu mengalirkan debit air dengan lebih baik ketika hujan turun,” urainya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar