Otoda 2026 : Bupati Lamongan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah untuk Layanan Publik

- Redaksi

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memimpin upacara Hari Otonomi Daerah 2026, Senin (27/4). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memimpin upacara Hari Otonomi Daerah 2026, Senin (27/4). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-30 tahun 2026 di Kabupaten Lamongan menjadi momentum penting untuk menegaskan arah kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat layanan publik dan kemandirian ekonomi.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang bertindak sebagai inspektur upacara di halaman Pemkab Lamongan, Senin (27/4), menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam amanat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang dibacakannya, ditegaskan bahwa potensi besar Indonesia—baik sumber daya alam maupun budaya—tidak akan optimal tanpa kolaborasi kuat lintas pemerintahan.

“Potensi daerah hanya akan berdampak nyata apabila didukung sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah,” ujar Yuhronur.

Tema Otoda 2026, *“Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”*, menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal. Hal ini dinilai krusial untuk mempercepat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Bagi masyarakat, kebijakan otonomi daerah yang berjalan efektif berdampak langsung pada akses layanan yang lebih cepat, program pembangunan yang tepat sasaran, hingga peluang ekonomi yang lebih luas.

Sebagai bukti capaian, Lamongan baru saja meraih penghargaan Top Regency in Agro-Maritime Food Hub dalam ajang Nasional Governance Awards 2026. Penghargaan ini mencerminkan keberhasilan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Capaian ini menunjukkan bahwa otonomi daerah mampu mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” kata Yuhronur.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah agar lebih mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.

“Semangat otonomi daerah harus kita jadikan pijakan untuk membangun Lamongan yang lebih maju dan berdampak bagi warga,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru