Pagi Berdarah di Semarang, Rivaldo Tewas Dikeroyok Geng Pemuda Bersenjata Tajam

Jumat, 30 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan barang bukti dan pelaku tawuran maut di Bandarharjo, Semarang Utara, lokasi tewasnya seorang pemuda akibat dikeroyok (ist)

Polisi mengamankan barang bukti dan pelaku tawuran maut di Bandarharjo, Semarang Utara, lokasi tewasnya seorang pemuda akibat dikeroyok (ist)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Aksi tawuran maut kembali menodai ketenangan warga Semarang. Polisi mengamankan tujuh orang dan menetapkan empat di antaranya sebagai tersangka dalam peristiwa berdarah yang terjadi di kawasan Bandarharjo, Semarang Utara, pada Minggu (25/5/2025) dini hari.

Korban diketahui bernama Muhamad Rivaldo Ferdy Siregar (20), pemuda asal Kebagusan, Jakarta Selatan. Ia meregang nyawa setelah dikeroyok dan dibacok dengan senjata tajam oleh sekelompok pemuda di Jalan Empu Tantular sekitar pukul 04.00 WIB.

“Korban bersama temannya datang dari Jakarta untuk berlibur ke Semarang. Mereka sempat nongkrong di Pelabuhan Tanjung Mas lalu bergabung dengan kelompok lain dan berujung ikut dalam aksi tawuran,” ujar Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi dalam keterangannya, Kamis (29/5/2025).

Menurut Kompol Agung, tawuran tersebut bermula dari aksi saling kejar antar kelompok pemuda. Rivaldo dan rekannya sempat mengejar kelompok lawan ke gang sempit, namun situasi berbalik saat jumlah lawan bertambah. Dalam kondisi panik, korban terjatuh dan tertinggal di belakang.

“Korban kemudian dikeroyok menggunakan senjata tajam dan balok kayu oleh kelompok lawan. Ia mengalami luka berat di kepala, paha, serta kaki, dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas Kompol Agung.

Polisi menetapkan empat pelaku sebagai tersangka, yakni R.A.S. alias Gopok (22), warga Tanjungmas, M.T.W\.N. (23), sopir, warga Tanjungmas, R.F.H. alias Getuk (19), karyawan swasta asal Boyolali, K.A. (21), warga Tanjungmas, yang ditangkap langsung saat kejadian

Ketiga tersangka pertama dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian. Sementara untuk K.A., polisi menyebut penanganannya dilakukan melalui laporan berbeda karena diamankan saat aksi tawuran masih berlangsung.

“Petugas mendapat informasi adanya tawuran sekitar pukul 04.00 WIB dan segera menuju lokasi. Saat tiba di TKP, K.A. dan kelompoknya masih terlibat aksi tawuran,” terang Kompol Agung.

Dari hasil penyelidikan sementara, tawuran diduga dipicu konflik sosial antar kelompok pemuda. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa tiga senjata tajam jenis celurit dan corbel, masing-masing dengan panjang 1 hingga 1,4 meter.

“Kasus ini masih terus kami kembangkan, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat,” tambahnya.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pemuda, untuk tidak terprovokasi dalam aksi kekerasan jalanan. Aksi tawuran tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga dapat berujung pada kehilangan nyawa.

“Kami berharap peran aktif orang tua, tokoh masyarakat, dan lingkungan dalam mencegah aksi kekerasan seperti ini. Jangan sampai nyawa menjadi taruhan hanya karena emosi sesaat,” pungkas Kompol Agung.

Penulis : OKI

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru