Pakar Pastikan Usia Galon Tidak Pengaruhi BPA

- Redaksi

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Perdebatan mengenai keamanan galon guna ulang polikarbonat (PC) kembali mencuat, khususnya soal kandungan Bisphenol A (BPA). Namun, pakar polimer menegaskan bahwa usia galon tidak berpengaruh terhadap migrasi BPA yang masuk ke dalam air.

Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB, Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa justru galon baru memiliki sisa zat kimia pembentuk lebih tinggi dibanding galon lama. “Sesungguhnya BPA paling banyak itu kapan? Ya saat galon itu baru, itu masih tersisa kimia pembentuknya,” ungkap Zainal dalam sebuah tayangan YouTube, Selasa (16/9).

Menurut Dewan Pakar Perhimpunan Ahli Plastik Indonesia tersebut, galon yang telah digunakan berulang kali cenderung lebih aman karena sisa kimia di dalamnya semakin berkurang. “Ini sudah secara ilmiah. Jadi ada kekeliruan dalam penyebaran informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

Zainal menambahkan, pemerintah secara rutin berdiskusi dengan para ahli terkait keamanan kemasan pangan. Berbagai regulasi juga telah ditetapkan untuk memastikan masyarakat terlindungi. Ia menekankan bahwa kerusakan galon karena faktor usia atau degradasi tidak otomatis menghasilkan BPA. “Yang terlepas dari degradasi ini bukan BPA, melainkan senyawa seperti eter, etanol, dan keton,” jelasnya.

Di sisi lain, Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) menegaskan setiap galon yang kembali ke pabrik selalu diperiksa ketat. Galon yang dinilai tidak layak pakai, baik karena bocor, kotor, atau rusak, langsung dipisahkan untuk dimusnahkan. “Umur pakai maksimum selama lima tahun. Lebih dari itu harus dimusnahkan,” kata Penanggung Jawab Sekretariat Aspadin Jawa Barat, Jakarta, dan Banten, Ismail.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Muhammad Alamsyah Aziz, juga menegaskan bahwa paparan BPA dalam air minum galon berada jauh di bawah ambang batas aman. Berdasarkan penelitian, efek kesehatan baru bisa muncul jika seseorang terpapar minimal 1.200–1.500 mikrogram. Sementara itu, ambang batas aman yang ditetapkan pemerintah hanya 0,06 mikrogram.

“Hasil penelitian CDC (Centers for Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat menunjukkan kandungan BPA dalam kemasan pangan masih jauh di bawah batas tersebut,” jelas anggota POGI itu. Ia menambahkan, bila BPA masuk ke tubuh, senyawa tersebut akan dikeluarkan melalui urin, feses, maupun keringat. “Sampai saat ini kami tidak pernah menerima laporan seseorang sakit karena BPA,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan pakar teknologi plastik lulusan Universitas Teknologi Berlin, Wiyu Wahono. Menurutnya, di Eropa pun kemasan PC yang mengandung BPA masih diperbolehkan selama tidak melampaui tolerable daily intake (TDI). Khusus perlengkapan bayi dilarang, mengingat toleransi tubuh bayi lebih rendah.

Ia menekankan, orang dewasa justru harus mengonsumsi sekitar 48 liter air per hari agar BPA berdampak serius pada kesehatan. “Tidak akan terjadi akumulasi. Kalau akumulasi artinya menumpuk terus, tidak keluar, dan ini tidak terjadi,” tegas Wiyu.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Halaman Kepatihan Ngawi, Pastikan Keterjangkauan Bahan Pokok di Bawah Harga Pasar
Diserbu Warga, Pasar Murah Khofifah di Ngawi Jual Beras, Minyak dan Cabai di Bawah Harga Pasar
Gubernur Khofifah Pantau Langsung Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Proses Pengambilan PIN Berjalan Lancar
Usia 60 Tahun ke Atas Bisa Kerja Lagi, Kemnaker Luncurkan Program Lansia Aktif
ARSADA NTB Punya Ketua Baru, Tata Kelola BLUD dan Smart Hospital Jadi Prioritas
Tak Sekadar Seremoni, Pemkab Bangkalan Bergerak Nyata Jaga Lingkungan di Hari Lingkungan Hidup
33 Desa di Pasuruan Jadi Destana, Warga Diminta Siaga Hadapi Bencana
Limbah Tahu Cemari Sungai Jombang Lebih dari 10 Tahun, Warga Desak IPAL Segera Dituntaskan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:10 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Halaman Kepatihan Ngawi, Pastikan Keterjangkauan Bahan Pokok di Bawah Harga Pasar

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:06 WIB

Diserbu Warga, Pasar Murah Khofifah di Ngawi Jual Beras, Minyak dan Cabai di Bawah Harga Pasar

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:39 WIB

Gubernur Khofifah Pantau Langsung Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Proses Pengambilan PIN Berjalan Lancar

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:59 WIB

Usia 60 Tahun ke Atas Bisa Kerja Lagi, Kemnaker Luncurkan Program Lansia Aktif

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:15 WIB

ARSADA NTB Punya Ketua Baru, Tata Kelola BLUD dan Smart Hospital Jadi Prioritas

Berita Terbaru