Panen Raya Jagung di Sidoarjo, Khofifah Proyeksikan Produksi Jatim 5,4 Juta Ton 2026

Jumat, 9 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto memanen jagung saat Panen Raya Jagung Serentak di Desa Kedensari, Sidoarjo. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto memanen jagung saat Panen Raya Jagung Serentak di Desa Kedensari, Sidoarjo. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya memperkuat swasembada pangan nasional melalui Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang digelar di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulakapolringin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/1). Kegiatan ini dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto.

Panen raya tersebut merupakan bagian dari agenda nasional dukungan swasembada pangan 2026 dan diikuti secara daring oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa penguatan pangan tidak hanya menjadi urusan pertanian, tetapi juga melibatkan peran strategis aparat keamanan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim melakukan panen jagung di lahan seluas 3.000 meter persegi dari total hamparan satu hektare. Dari luasan tersebut, panen diproyeksikan menghasilkan sekitar tiga ton jagung, mencerminkan produktivitas yang stabil di tengah upaya menjaga ketahanan pangan daerah.

“Alhamdulillah, Indonesia oleh Bapak Presiden Prabowo telah dinyatakan swasembada pangan. Kita sudah swasembada beras, hari ini panen jagung, dan insya Allah target swasembada jagung bisa dicapai pada 2026,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, Jawa Timur secara konsisten menjadi tulang punggung produksi pangan nasional. Dengan luas baku sawah mencapai 1.207.997 hektare, yang terdiri dari 59,57 persen lahan irigasi dan 40,43 persen lahan tadah hujan, provinsi ini memiliki fondasi kuat untuk menjaga kesinambungan produksi pertanian.

Berdasarkan Angka Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang dirilis 5 Januari 2026, luas panen jagung Jawa Timur mencapai 755.417 hektare dengan produktivitas rata-rata 6,07 ton per hektare. Produksi jagung pipilan kering (JPK) pada kadar air 28 persen tercatat 6.203.461 ton, sementara pada kadar air 14 persen mencapai 4.585.921 ton.

Harga jagung di tingkat produsen juga menunjukkan tren positif, dengan rata-rata mencapai Rp5.985 per kilogram. Sementara realisasi tanam jagung sepanjang 2025 mencapai 990.011 hektare, memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung jagung terbesar di Indonesia.

“Maka Jawa Timur menjadi penguat utama kebutuhan jagung nasional. Insya Allah, ke depan peran ini terus kita jaga untuk menopang swasembada pangan,” kata Khofifah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kebijakan pertanian di Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga kesejahteraan petani. Data BPS menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Desember 2025 mencapai 118,96 atau naik 3,95 persen, tertinggi di Pulau Jawa.

“Fokus utama kita adalah petani. Kenaikan NTP ini menjadi indikator kuat bahwa pendapatan dan kesejahteraan petani terus membaik,” ujarnya.

Untuk 2026, produksi jagung dengan kadar air 14 persen diproyeksikan mencapai 5.445.158 ton. Dari jumlah tersebut, kebutuhan konsumsi diperkirakan 89.820 ton, kebutuhan pakan ternak 4.152.060 ton, sehingga potensi surplus jagung Jawa Timur mencapai 1.203.818 ton.

“Jagung adalah komoditas strategis, bukan hanya pangan, tetapi juga penopang sektor peternakan dan agribisnis. Terima kasih kepada jajaran Polri, khususnya Kapolda Jawa Timur, yang terus menguatkan produksi jagung di daerah,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Berita Terbaru