Pasar Induk Banyuwangi Berwajah Baru, Khofifah Sebut Layak Jadi Rujukan

Jumat, 10 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jumat (10/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jumat (10/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi memasuki tahap akhir dan diharapkan segera beroperasi setelah ditinjau Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (10/7). Penataan ulang pasar terbesar di Banyuwangi itu diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan kenyamanan pedagang dan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah menilai konsep revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan tata kelola pasar yang lebih bersih, tertata, dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, model seperti ini berpeluang menjadi acuan pengembangan pasar rakyat di berbagai daerah.

“Kami mendampingi Bapak Wakil Presiden meninjau revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi. Konsepnya bagus sekali. Pasarnya bersih dan rapi sehingga pembeli maupun penjual merasa nyaman. Saya rasa layak dijadikan rujukan nasional,” kata Khofifah.

Pasar Induk Banyuwangi berdiri di atas lahan seluas 10.600 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 15.873 meter persegi. Fasilitas tersebut mampu menampung 798 unit usaha yang terdiri atas 397 kios, 356 los, dan 45 kios existing yang tersebar di dua lantai.

Penataan dilakukan dengan membagi area perdagangan berdasarkan jenis komoditas, mulai dari pangan basah, pangan kering, nonpangan, pecah belah hingga pusat kuliner. Konsep zonasi itu diharapkan membuat aktivitas jual beli lebih tertib sekaligus memudahkan pengunjung memperoleh kebutuhan.

Khofifah menjelaskan revitalisasi tetap mempertahankan sebagian karakter bangunan lama yang memiliki nilai historis. Perubahan difokuskan pada penataan ruang, kebersihan, serta peningkatan kenyamanan tanpa menghilangkan identitas pasar yang telah lama menjadi pusat perdagangan masyarakat Banyuwangi.

“Bangunan heritage tetap dipertahankan pada beberapa bagian. Penataannya dibuat lebih bersih, lebih rapi, sehingga memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli,” ujarnya.

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan kawasan kuliner yang diharapkan dapat beroperasi hingga 24 jam. Kehadiran pusat kuliner tersebut dinilai berpotensi memperkuat sektor pariwisata karena dapat menjadi pelengkap destinasi wisata alam yang selama ini menjadi daya tarik Banyuwangi.

Bagi para pedagang, selesainya revitalisasi menjadi harapan untuk memulihkan aktivitas ekonomi yang sempat menurun selama proses pembangunan. Selama pasar diperbaiki, mereka menjalankan usaha di lokasi penampungan sementara dengan jumlah pembeli yang berkurang.

Eva Alfiyanti, salah seorang pedagang, mengaku menantikan peresmian pasar agar bisa kembali menempati kios yang telah disiapkan. “Perbedaannya jauh sekali, sekarang lebih bagus dan lebih bersih. Kami tinggal menunggu kapan bisa kembali berjualan di dalam pasar. Mudah-mudahan perekonomian bisa kembali seperti semula karena selama pindah ke penampungan penurunannya sangat drastis,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Berita Terbaru