Pasar Kepulungan Dibersihkan, DPRD Pasuruan Dorong Pedagang Segera Kembali Berjualan

Selasa, 13 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembersihan puing sisa kebakaran Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menggunakan alat berat dan truk, Selasa (13/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Pembersihan puing sisa kebakaran Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menggunakan alat berat dan truk, Selasa (13/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Upaya memulihkan aktivitas perdagangan di Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mulai memasuki tahap pembersihan puing kebakaran pada Selasa (13/10/2026). DPRD Kabupaten Pasuruan mendorong agar penataan pasar dipercepat sehingga para pedagang terdampak dapat kembali berjualan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mengerahkan satu unit alat berat jenis bego loader dan enam armada truk untuk mengangkut material sisa kebakaran. Pembersihan ini menjadi langkah awal sebelum kawasan pasar ditata kembali.

Pengurus paguyuban pasar, Supaat, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan DLH agar proses pembersihan dapat segera diselesaikan.

“Targetnya, hari ini seluruh puing sisa kebakaran sudah terangkut, sehingga kawasan pasar dapat segera ditata dan aktivitas perdagangan bisa dimulai kembali,” ujar Supaat di lokasi.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, yang meninjau proses pembersihan, menegaskan bahwa penanganan pasar tidak boleh berhenti pada pengangkutan puing. Menurutnya, perlu ada tindak lanjut berupa penataan dan perbaikan agar pedagang bisa kembali menjalankan usaha.

“Kami tidak ingin penanganan Pasar Kepulungan berhenti hanya pada pembersihan puing-puing. Harus ada langkah konkret untuk mempercepat penataan agar para pedagang bisa kembali berjualan dan roda perekonomian masyarakat segera pulih,” tegas Samsul.

Kebakaran yang terjadi pada 26 September 2026 itu menyebabkan ratusan pedagang kehilangan tempat usaha. Karena itu, percepatan penataan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak.

Salah satu opsi pendanaan yang sedang dikaji untuk penanganan awal adalah penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Pasuruan. Dana tersebut diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan fisik dasar, termasuk penyediaan lapak sementara dan pembangunan atap pelindung bagi pedagang.

Penataan juga direncanakan disertai pendataan serta pemetaan zonasi lapak. Langkah ini diperlukan untuk mengidentifikasi bangunan yang masih layak digunakan, bagian yang membutuhkan rehabilitasi ringan, serta area yang perlu dibangun ulang.

Selain melalui anggaran pemerintah daerah, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendorong partisipasi perusahaan di sekitar kawasan Gempol melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), yang juga dikenal sebagai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Perusahaan-perusahaan di sekitar diharapkan ikut berkontribusi melalui dana CSR atau TJSL. Sehingga penataan Pasar Kepulungan bisa berjalan lebih optimal dan cepat,” tambah Samsul.

Untuk mendukung pendataan kebutuhan dan penyaluran bantuan dari sektor swasta, DPRD dan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapprida). Mekanisme bantuan tersebut direncanakan terintegrasi melalui dashboard TJSL terpadu.

DPRD Kabupaten Pasuruan menyatakan akan mengawal proses pemulihan mulai dari perencanaan anggaran hingga pelaksanaan pembangunan. Namun, penggunaan BTT dan dukungan CSR masih menjadi bagian dari skema yang dikaji atau didorong, sehingga realisasi penataan pasar tetap bergantung pada tindak lanjut perencanaan tersebut.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Khofifah Siapkan Opsi Sumur Bor di Sumenep pada Awal 2027
Aktivasi IKD di Probolinggo Baru 18 Persen, Ina Minta Dipercepat
Dinas PUPR Bangkalan Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Bangkalan Ke-495 ‘Langkah Maju, Prospek Baru’
Pudam Sumber Sejahtera Bangkalan Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Bangkalan Ke-495 ‘Langkah Maju, Prospek Baru’
Sapa Bansos Sumenep, Khofifah Tekankan Kolaborasi di Tengah Efisiensi
PISEW Lamongan 2026 Garap Lima Ruas Jalan Perdesaan
TPST Dadapan Lamongan Ditarget Olah 50 Ton Sampah per Hari
Sriatun Subandi Dorong Perempuan Sidoarjo Berani Memimpin

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:23

Khofifah Siapkan Opsi Sumur Bor di Sumenep pada Awal 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:12

Aktivasi IKD di Probolinggo Baru 18 Persen, Ina Minta Dipercepat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:06

Pudam Sumber Sejahtera Bangkalan Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Bangkalan Ke-495 ‘Langkah Maju, Prospek Baru’

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:31

Sapa Bansos Sumenep, Khofifah Tekankan Kolaborasi di Tengah Efisiensi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:15

PISEW Lamongan 2026 Garap Lima Ruas Jalan Perdesaan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Dandim Kendal Tekankan Sinergi TNI dan Pers, Ini Tujuannya

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:20