PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terbakar pada Sabtu (26/9/2026). Tiga hari setelah peristiwa tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pasar sekaligus memetakan langkah pemulihan.
Peninjauan dilakukan pada Selasa (29/9/2026). Dari kunjungan tersebut, Samsul menyiapkan tiga opsi pembiayaan yang dapat digunakan untuk membangun kembali pasar yang hangus terbakar.
Tiga opsi yang dibahas meliputi Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Belanja Tidak Terduga (BTT), serta bantuan logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan.
“Sebenarnya ada tiga opsi perencanaan pembiayaan untuk Pasar Kepulungan ini. Pertama lewat BKK, kedua lewat BTT, dan ketiga bantuan BPBD. Kalau dari BPBD biasanya berbentuk stimulan barang,” kata Samsul di lokasi.
Untuk skema BTT, Samsul menjelaskan pencairan dapat dilakukan apabila peristiwa kebakaran tersebut ditetapkan sebagai kondisi darurat melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Pasuruan. Ia menyebut telah berkoordinasi dengan pihak eksekutif mengenai kemungkinan penetapan status tersebut.
“Jika statusnya darurat dan di-SK-kan oleh Bupati, maka anggaran BTT baru bisa direalisasikan. Kami sudah berkoordinasi dengan Mas Bupati Pasuruan agar peristiwa kebakaran ini dimasukkan ke dalam kategori darurat, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.
Sementara itu, skema BKK memiliki mekanisme melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Menurut Samsul, anggaran tersebut hanya dapat dicairkan apabila pemerintah desa telah memasukkan pengajuan melalui sistem pada 2025.
Selain memikirkan pembangunan kembali, penanganan pascakebakaran juga dilakukan melalui langkah darurat. DPRD dan Pemkab Pasuruan masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada 26 September tersebut.
“Yang paling dekat adalah menunggu hasil pemeriksaan Labfor. Setelah itu, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pembersihan puing-puing lokasi. Kebutuhan terpal untuk pedagang juga langsung kami penuhi,” tambahnya.
Pada Selasa (29/9/2026), BPBD Kabupaten Pasuruan juga telah menyalurkan bantuan awal berupa 15 lembar terpal ke lokasi. Penyerahan bantuan tersebut disaksikan Samsul Hidayat bersama Kepala Desa Kepulungan, Sekretaris Desa, Ketua BUMDes, serta pengelola pasar.
Selain mengandalkan pembiayaan pemerintah, Samsul membuka peluang keterlibatan badan usaha di sekitar Gempol melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR. Langkah itu diarahkan untuk mendukung proses pemulihan pasar.
Di tengah proses penanganan tersebut, pedagang terdampak berharap pembangunan kembali dapat segera dilakukan di lokasi yang sama. Mereka ingin tetap berjualan tanpa harus dipindahkan.
“Kami ingin pasar ini segera dibangun kembali. Harapan kami tidak ada perpindahan lokasi atau relokasi, kami ingin tetap berjualan di sini seperti sebelum kebakaran,” harap Sugiyadi, salah satu pedagang pasar.
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin


















Komentar