MATARAM, RadarBangsa.co.id – Lonjakan jumlah pasien operasi di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mendorong lahirnya inovasi baru berbasis digital. Rumah sakit milik Pemerintah Kota Mataram itu kini mengoperasikan Si-POdKESt (Sistem Informasi Penjadwalan Operasi dengan Ketersediaan Linen dan Instrumen) untuk mempercepat dan mengefisienkan layanan bedah.
Sistem ini dirancang menjawab tantangan semakin padatnya jadwal operasi, baik operasi elektif maupun operasi CITO, yang selama ini menuntut koordinasi lintas unit secara cepat dan akurat.
Melalui Si-POdKESt, proses penjadwalan operasi tidak lagi hanya berfokus pada ketersediaan ruang operasi. Sistem juga memantau kesiapan dokter operator, ketersediaan linen steril, hingga instrumen bedah secara real time.
Pencetus inovasi tersebut, apt. LL. Joko Raharjo, S.Farm., mengatakan transformasi layanan kesehatan harus diiringi penguatan koordinasi antarunit agar pelayanan kepada pasien berjalan optimal.
“Transformasi pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang teknologi medis yang canggih, tetapi juga bagaimana membangun kolaborasi antarunit agar pelayanan kepada pasien berjalan optimal. Si-POdKESt hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui sistem yang terintegrasi,” ujar Joko Raharjo.
Menurutnya, meningkatnya jumlah pasien operasi membuat rumah sakit membutuhkan sistem yang mampu memastikan seluruh tahapan pelayanan berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.
“Peningkatan jumlah pasien operasi di RSUD Kota Mataram menuntut adanya sistem pengelolaan yang mampu memastikan kesiapan pelayanan operasi secara menyeluruh, mulai dari pendaftaran pasien, verifikasi jadwal berdasarkan kesiapan operator, hingga ketersediaan linen dan instrumen steril,” katanya.
Joko mengungkapkan salah satu kendala yang selama ini kerap muncul dalam pelayanan operasi adalah sinkronisasi antarunit yang belum berjalan optimal.
“Selama ini salah satu tantangan dalam pelayanan operasi adalah sinkronisasi antarunit. Dengan Si-POdKESt, seluruh proses dapat dipantau secara bersama sehingga meminimalkan keterlambatan operasi dan meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien,” jelasnya.
Tak hanya berorientasi pada efisiensi layanan, inovasi tersebut juga menjadi bagian dari transformasi digital kesehatan yang sedang dikembangkan rumah sakit.
“Sistem ini dirancang secara berkelanjutan agar mampu mendukung pelayanan operasi yang cepat, tepat, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” tegasnya.
Dengan penerapan Si-POdKESt, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram berharap waktu tunggu pasien operasi dapat ditekan, jadwal tindakan berjalan lebih tepat, serta kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat. “Langkah ini menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor kesehatan bukan sekadar modernisasi sistem, melainkan upaya nyata menghadirkan layanan yang lebih cepat dan aman bagi masyarakat, “pungkasnya.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar